Shalat Tarawih, Ibadah Istimewa di Bulan Ramadhan
- 25 Feb 2026 02:34 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah yang paling istimewa di bulan Ramadan. Meskipun hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), pelaksanaannya selalu dinanti karena hanya hadir sekali dalam setahun dan dapat dilakukan berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Secara umum, shalat Tarawih dikerjakan setelah shalat Isya dan biasanya dirangkaikan dengan shalat Witir sebagai penutup. Jumlah rakaat yang lazim dilaksanakan adalah 8 atau 20 rakaat, yang dikerjakan dua rakaat salam.
Niat Shalat Tarawih
Niat merupakan rukun pertama dalam shalat dan dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut transliterasi niat sesuai posisi dalam pelaksanaan Tarawih:
Sebagai Makmum (Berjamaah):
Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala.
(Artinya: Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).
Sebagai Imam:
Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini imaman lillahi ta’ala.
(Artinya: Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala).
| Baca juga: Menjaga Pandangan di Bulan Ramadan |
Shalat Sendiri (Munfarid):
Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini lillahi ta’ala.
(Artinya: Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala).
Setelah membaca niat, tata cara pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah pada umumnya, mulai dari membaca Al-Fatihah dan surah pendek, rukuk, sujud, hingga salam. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan niat ikhlas agar ibadah Tarawih benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan penuh berkah ini. (Sumber: Baznaz).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....