Yakesma Papua Barat Targetkan Zakat Ramadan 2,2 Miliar

  • 24 Feb 2026 20:56 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Papua Barat memasang target penghimpunan zakat sebesar Rp2,2 miliar pada Ramadan 1447 Hijriah. Dari jumlah tersebut, Rp1,4 miliar ditargetkan berasal dari Manokwari dan Rp800 juta dari Fakfak.

Kepala Cabang Yakesma Papua Barat, H. Bambang Yudhi Astomo, menyebut kenaikan target didorong oleh tingginya kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Target ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp1,4 miliar.

“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan target tahun ini,” ucapnya, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurut Bambang, Yakesma tidak berjalan sendiri. Pihaknya juga membangun kolaborasi dengan sejumlah lembaga zakat, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dalam rangka memperkuat pelayanan dan memastikan penyaluran tepat sasaran.

“Yang terpenting bukan hanya menghimpun, tetapi bagaimana zakat itu sampai kepada mustahik yang berhak dan memberi dampak nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Yakesma memiliki sejumlah program unggulan yang berjalan sepanjang tahun. Program tersebut mencakup bantuan kesejahteraan lansia, beasiswa pendidikan bagi pelajar, penghargaan untuk guru, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin para muzakki tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga ikut ambil bagian dalam program berkelanjutan yang manfaatnya dirasakan lebih luas,” katanya.

Yakesma Papua Barat juga telah memiliki perwakilan di Fakfak dan Wasior. Meski menghadapi tantangan geografis seperti distribusi bantuan ke wilayah terpencil yang harus ditempuh melalui jalur laut, pihaknya memastikan seluruh program tetap berjalan optimal.

“Secara teknis memang ada tantangan di lapangan, namun sejauh ini bisa kami atasi dengan baik,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Bambang berharap potensi zakat di Papua Barat yang dinilai besar dapat digali secara maksimal melalui sinergi berbagai pihak.

“Jika potensi zakat ini bisa dihimpun lebih optimal, maka program pemberdayaan akan semakin kuat dan dampaknya bagi masyarakat Papua Barat juga semakin luas,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....