MBG di Papua Barat Tetap Berjalan Selama Bulan Suci Ramadan
- 23 Feb 2026 13:41 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Distribusi makanan mulai dilakukan secara serentak ke seluruh sekolah penerima manfaat pada Senin, 23 Februari 2026, dengan penyesuaian menu bagi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Papua Barat, Erika Vionita Werinussa, mengatakan pendistribusian MBG selama Ramadan tidak mengalami perubahan jadwal. Makanan tetap diantarkan pada jam yang sama seperti hari biasa, yakni pukul 08.00 hingga 10.00 WIT.
“Selama bulan Ramadan, waktu pengantaran MBG tetap sama, mulai jam delapan pagi hingga jam sepuluh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyesuaian dilakukan pada jenis menu yang diberikan, khususnya bagi siswa Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Untuk sekolah dengan mayoritas peserta didik non-Muslim, MBG tetap disalurkan dalam bentuk makanan basah atau ompreng yang dapat langsung dikonsumsi.
Sementara itu, bagi siswa Muslim yang berpuasa, pihaknya menyiapkan makanan kering yang bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa. Kebijakan ini juga berlaku di sekolah yang mayoritas siswanya non-Muslim, namun terdapat satu atau beberapa siswa Muslim.
“Untuk satu, dua, atau beberapa siswa Muslim di sekolah mayoritas non-Musim, kami siapkan makanan kering. Penyalurannya tetap setiap hari, tidak dirapel,” ucapnya.
Menurut Erika, makanan kering yang disiapkan dirancang tahan lama dan aman dikonsumsi saat berbuka, seperti roti, telur rebus, buah berkulit, serta susu. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap siswa yang menjalankan ibadah puasa, tanpa mengurangi hak mereka untuk mendapatkan asupan gizi.
“Ini bentuk penghormatan kepada siswa yang berpuasa. Makanan kering dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka,” katanya.
Secara keseluruhan, di Papua Barat terdapat 11 dapur MBG yang memproduksi makanan basah sesuai karakteristik sekolah penerima manfaat. Selain itu, tersedia 19 dapur yang secara khusus memproduksi makanan kering untuk kebutuhan selama Ramadan.
Erika menambahkan, kondisi sekolah di Manokwari cukup beragam dari sisi komposisi peserta didik. Karena itu, distribusi makanan basah dan kering dilakukan secara bersamaan menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah.
“Manokwari cukup beragam. Ada sekolah mayoritas Kristen yang tetap menerima makanan basah, tetapi tetap kami siapkan makanan kering bagi siswa Muslim. Semua berjalan bersamaan,” ujarnya.
Dengan dimulainya distribusi serentak ini, BGN memastikan seluruh sekolah penerima manfaat di Papua Barat tetap mendapatkan layanan MBG selama Ramadan. Penyesuaian menu dilakukan dengan mengedepankan prinsip toleransi, pemerataan, serta pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....