Makna Puasa Ramadan bagi Kehidupan Sehari-hari

  • 20 Feb 2026 19:46 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Puasa Ramadan bermakna mendalam sebagai sarana penyucian jiwa, peningkatan ketakwaan, dan pembentukan karakter disiplin serta empati dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah ini mengajarkan kesabaran, pengendalian hawa nafsu, kejujuran, dan syukur, serta mempererat hubungan sosial dan menjaga kesehatan fisik/mental. Hal ini disampaikan Ustad Burhanuddin Ibnu, S.Pd.I, M.Pd, Gr dalam Program Tauladan Produa RRI Manokwari , Kamis, 19 Februari 2026.

Dijelaskan oleh Ustad Burhanuddin Ibnu, S.Pd.I, M.Pd, Gr, seorang muslim wajib menahan diri dari berbagai hal, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan spiritual, sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib).

Ustad Burhanuddin Ibnu, S.Pd.I, M.Pd, Gr menuturkan puasa adalah ibadah komprehensif yang melatih kesabaran tingkat tinggi dengan menahan diri dari lapar, haus, emosi, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ini mencakup sabar dalam ketaatan, menjauhi maksiat, serta menerima ujian, menjadikan puasa sebagai sarana pembentukan karakter sabar dan takwa.

Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan ibadah yang secara mendalam menyadarkan diri untuk meningkatkan empati dan berbagi dengan sesama. Rasa lapar yang dirasakan saat berpuasa menjadi pengingat akan penderitaan orang-orang yang kekurangan, yang mendorong seseorang untuk lebih dermawan dan peduli sosial.

Dalam Islam, berbagi melalui sedekah, infak, dan zakat sangat dianjurkan karena tidak mengurangi harta, melainkan menambah keberkahan, membersihkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagi mengajarkan kepedulian sosial, mempererat tali persaudaraan, dan mendatangkan ketenangan hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....