Ojek Pasar Wosi Hadapi Tantangan di Bulan Ramadan
- 04 Mar 2025 15:18 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Menjadi tukang ojek selama bulan suci Ramadhan ternyata bukan perkara mudah. Hal ini diungkapkan oleh Jabar, Kepala Pangkalan Ojek Pasar Wosi, yang mengaku harus berjuang ekstra menjalani profesinya sambil berpuasa, Selasa (4/3/2025).
Menurut Jabar, berpuasa di tengah aktivitas mencari penumpang sangat menguras energi. Apalagi, jumlah penumpang di bulan Ramadhan cenderung berkurang dibandingkan hari biasa. Kondisi tahun ini bahkan disebutnya lebih sepi dibandingkan Ramadhan tahun sebelumnya.
“Setiap hari saya mulai bekerja dari jam tujuh pagi sampai sekitar jam dua siang, lalu istirahat sebentar. Sore harinya saya lanjut lagi dari jam tiga sampai menjelang berbuka puasa,” Kata Jabar.
Dalam sehari, ia biasanya memperoleh penghasilan sekitar Rp200 ribu. Namun, jumlah tersebut tidak selalu pasti, tergantung cuaca dan jumlah penumpang yang naik ojek.
Cuaca panas dan hujan menjadi tantangan tambahan bagi para tukang ojek di bulan Ramadhan. Jabar mengaku, ada kalanya ia sudah berkeliling mencari penumpang, tapi hasilnya nihil. Meski begitu, tarif ojek di pangkalan Pasar Wosi tidak mengalami kenaikan dan tetap seperti hari biasa.
Agar stamina tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa, Jabar mengatur waktu istirahat di malam hari. Ia berharap, kondisi ke depan bisa lebih baik, rezeki semakin lancar, dan jumlah penumpang kembali meningkat.
“Kami tetap optimis dan berdoa, semoga rezeki kami di bulan Ramadhan ini tetap berkah,” Ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....