Kampung Piala Dunia Fanimo, Menyatukan Warga lewat Sepak Bola
- 05 Jun 2026 17:42 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari - Semarak Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kampung Fanimo (Fanindi Pantai), Kabupaten Manokwari. Melalui program Kampung Piala Dunia, warga setempat tidak hanya mempercantik lingkungan dengan mural bertema sepak bola, tetapi juga memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah perbedaan dukungan terhadap berbagai negara peserta.
Koordinator Kampung Piala Dunia Fanimo, Elim Aronggear, mengatakan ide pembentukan kampung tersebut berawal dari inisiatif para pemuda yang ingin memanfaatkan tembok-tembok kosong di lingkungan mereka.
"Daripada dibiarkan dipenuhi coretan, tembok-tembok tersebut dihiasi dengan gambar bendera negara peserta dan mural bertema sepak bola dunia, " Katanya.
Menurut Elim, pengerjaan mural telah dilakukan sekitar satu bulan terakhir. Ia menjelaskan kegiatan serupa juga pernah dilakukan saat perhelatan Piala Dunia empat tahun lalu dan ajang Euro, dengan menampilkan berbagai negara peserta sebagai bentuk kecintaan masyarakat terhadap sepak bola internasional.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Fanimo, Budi Rumbekwan, menegaskan perbedaan dukungan terhadap tim nasional tertentu tidak pernah menjadi sumber perpecahan di lingkungan mereka. Sebaliknya, perbedaan pilihan justru menjadi ruang untuk berdiskusi, bertukar pendapat, dan mempererat hubungan antarwarga.
"Kalau saya mendukung Belanda dan teman yang lain mendukung Spanyol, itu bukan menjadi masalah. Justru dari situ kami bisa duduk bersama, berdiskusi tentang sepak bola dan semakin akrab satu sama lain," ujarnya.
Budi menambahkan, kehadiran Kampung Piala Dunia telah membangkitkan antusiasme masyarakat. Warga secara sukarela bergotong royong membersihkan lingkungan, menata halaman rumah, serta membantu persiapan menjelang pembukaan Piala Dunia yang akan digelar pada Juni mendatang. Mural-mural yang menghiasi kawasan itu juga menjadi sarana untuk memperkenalkan wajah baru Fanimo kepada masyarakat luas.
Melalui sepak bola, warga Fanimo membuktikan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah. Sebaliknya, semangat mendukung tim favorit masing-masing justru menjadi perekat kebersamaan, sekaligus memperlihatkan wajah kampung yang kreatif, ramah, dan penuh semangat gotong royong.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....