Tinjau Pasar, Wabup Bintuni Temukan Harga Pangan Naik

  • 19 Des 2025 17:38 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Bintuni: Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Harga Pangan Kabupaten Teluk Bintuni melakukan pengecekan harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Jumat (19/12/2025). Pengecekan dilakukan di Pasar Sentral Teluk Bintuni.

Operasi pasar ini dipimpin langsung Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, didampingi Kapolres Teluk Bintuni serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop) Dominggus Patikawa.

Wakil Bupati Joko Lingara Bersama Kapolres Teluk Bintuni Meninjau Harga Sembako di Kios Pasar Sentral Teluk Bintuni (Foto: RRI/Dina)

Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga signifikan yang diperkirakan telah terjadi sejak dua minggu terakhir. Salah satunya harga telur yang naik dari Rp75 ribu menjadi Rp80 ribu per rak. Bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.

Kenaikan paling tinggi terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai rawit lokal kini mencapai Rp150 ribu per kilogram, sementara cabai rawit dari luar Bintuni dijual hingga Rp170 ribu per kilogram.

Adapun cabai keriting yang sebelumnya berada di kisaran Rp60–80 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi sekitar Rp120 ribu per kilogram. Selain kenaikan harga stok cabai juga sulit didapatkan.

Wakil Bupati Joko Lingara Meninjau Harga Ikan dan Ketersediaan Stok Ikan di Pasar (Foto: RRI/Dina)

Salah satu pedagang di Pasar Sentral Teluk Bintuni, Ardi, mengatakan kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Nataru serta minimnya stok dari petani. Selain itu, faktor cuaca juga memengaruhi produksi.

Memasuki bulan Desember, curah hujan tinggi menyebabkan banyak cabai membusuk sehingga tidak dapat dipanen. Hal senada disampaikan Ahmad Alif, salah satu pemasok bawang merah di Teluk Bintuni.

Ahmad menyebutkan sulitnya mendapatkan stok bawang merah dari produsen menjadi penyebab utama kenaikan harga. Bawang merah yang dipasok berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan, dan harus bersaing dengan pedagang lain untuk mendapatkannya.

“Penyebabnya karena cuaca dan memang barang kosong. Saya cari di tiga tempat di Makasar baru dapat, dan ini masih dalam perjalanan,” ujar Ahmad. Ia memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi naik hingga Rp80 ribu per kilogram.

Selain memantau pasar bahan pokok, Wakil Bupati dan tim juga meninjau pasar ikan. Di lokasi tersebut, harga ikan dan ayam potong turut mengalami kenaikan.

Harga ikan tuna yang sebelumnya dijual Rp100 ribu per ekor kini menjadi Rp120 ribu per ekor. Sementara harga ayam potong naik Rp5 ribu, dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per ekor.

Meski demikian, sejumlah kebutuhan pokok lainnya menjelang Nataru masih terpantau stabil. Harga beras, gula, minyak goreng, dan tepung masih berada pada kisaran harga normal seperti sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....