Ibadah Malam Kudus JKI: Refleksi Natal dan Kasih
- 24 Des 2024 20:16 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Perayaan ibadah Malam Kudus di Gereja Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Graha Imanuel Fanindi, Bengkel Tan, Manokwari berlangsung penuh khidmat, Selasa (24/12/2024). Ibadah yang dihadiri oleh seluruh jemaat ini dipimpin oleh Pendeta Philip Samori, dengan khotbah yang diambil dari Injil Lukas 2:15, bertemakan “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
Dalam khotbahnya, Pendeta Philip menekankan makna Betlehem sebagai “rumah roti”, yang tidak hanya merujuk secara jasmani, tetapi juga sebagai lambang roti kehidupan yang berbicara tentang Yesus sebagai Firman yang hidup.
“Betlehem dipilih dalam rencana Tuhan untuk menunjukkan kesederhanaan dan makna rohani yang mendalam. Natal mengingatkan kita untuk kembali kepada Betlehem, yaitu kepada Firman Tuhan yang menjadi nyata dalam kehidupan kita,” ujar Pdt. Philip.
Ia menyoroti kelompok gembala sebagai yang pertama menerima kabar kelahiran Kristus, menggambarkan kesetiaan dan hati yang mulia.
“Gembala adalah cerminan orang-orang yang bekerja keras dan hidup setia. Refleksi ini mengajak kita untuk menilai cara hidup dan sikap hati kita sepanjang tahun,” tambahnya.
Tema Natal Nasional tahun ini, “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem,” menurut Pdt. Philip, tema itu mengajak umat Kristen untuk kembali pada kesederhanaan, memuji dan menyembah Tuhan, serta menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.
“Natal bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum untuk menyebarkan kasih Kristus kepada sesama. Yohanes 3:16 mengingatkan kita bahwa Natal adalah bukti kasih terbesar Allah kepada dunia,” tegasnya.
Pdt. Philip juga menekankan bahwa jemaat JKI Graha Imanuel harus menjadi berkat bagi kota Manokwari dengan menjalani hidup yang mencerminkan kasih Kristus.
Momen Malam Kudus ini menjadi refleksi penting bagi jemaat untuk kembali merenungkan arti Natal, yaitu kelahiran Yesus sebagai Putra Natal yang membawa kasih, damai, dan sukacita. Jemaat diajak untuk menjadikan Natal sebagai momen memuliakan Tuhan, memperkuat iman, dan menyebarkan kabar baik kepada sesama.
Dengan penuh penghayatan, perayaan Malam Kudus ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi sebuah langkah iman untuk kembali kepada nilai-nilai sejati Natal. (Elko)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....