Karhutla Meluas di Bintuni, Damkar Kewalahan karena Minim Armada
- 04 Sep 2026 20:46 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Teluk Bintuni terus terjadi seiring berlangsungnya musim kemarau panjang yang telah melanda wilayah tersebut selama sekitar empat bulan terakhir. Titik-titik api masih bermunculan di sejumlah kawasan, mulai dari lahan kosong, hutan kering hingga area permukiman warga.
Data Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Teluk Bintuni melalui Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) mencatat lebih dari 40 kasus kebakaran telah ditangani sejak Januari hingga awal September 2026. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah mengingat kondisi cuaca panas dan kering masih berlangsung.
“Jika dihitung termasuk kebakaran hutan dan perumahan, jumlahnya sudah mencapai sekitar 40 sampai 50 titik. Dalam kondisi normal biasanya hanya belasan kasus kebakaran. Saat ini dalam sehari kami bisa menangani dua hingga empat titik kebakaran yang berbeda,” ujar Staf Pemadam Kebakaran Satpol PP Teluk Bintuni, Muhammad Rizky, Jumat 4 September 2026.
Menurut Rizky, peningkatan jumlah kebakaran tahun ini dipicu oleh musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat vegetasi kering lebih mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api.
Namun di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, Damkar Teluk Bintuni masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Saat ini, mereka hanya memiliki satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki sebagai penyuplai air.
“Kendala terbesar kami adalah armada yang masih sangat terbatas. Ketika sedang menangani kebakaran di satu lokasi, sering kali muncul laporan kebakaran lain di tempat berbeda. Misalnya saat kami menangani pemadaman berada di Bina Desa, ada panggilan masuk lagi dari wilayah Iguriji,” katanya.
Selain keterbatasan armada, akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa titik api berada di area yang sulit dijangkau kendaraan sehingga memperlambat proses pemadaman.
Damkar Teluk Bintuni telah mengajukan penambahan armada kepada pemerintah daerah. Rizky berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan mengingat ancaman kebakaran masih tinggi selama musim kemarau berlangsung.
“Kalau bisa dipercepat karena saat ini kita masih menghadapi kemarau panjang. Kami juga tidak tahu sampai kapan kondisi ini akan berlangsung,” ujarnya.
Untuk memperkuat penanganan karhutla, Damkar Teluk Bintuni menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Kodim 1806/Teluk Bintuni yang membantu menyediakan satu unit kendaraan water cannon untuk mendukung upaya pemadaman.
Di sisi lain, ketersediaan sumber air untuk pemadaman juga mulai berkurang akibat kemarau. Salah satu sumber air yang selama ini dimanfaatkan, yakni Kali Kodok, kini tidak lagi dapat digunakan karena debit airnya mengering.
“Untuk wilayah kota, Dinas Pekerjaan Umum sudah membantu dengan membuat bak penampungan air yang dapat kami gunakan sebagai sumber pengisian,” jelas Rizky.
Pemerintah daerah dan petugas pemadam kebakaran mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta tidak membakar sampah tanpa pengawasan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari pembakaran lahan untuk membuka kebun guna mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....