Menag: Pesparawi Nasional Perkuat Persaudaraan, Toleransi, dan Kepedulian Lingkun
- 30 Jun 2026 07:25 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Hal itu disampaikan Menteri Agama saat menutup secara resmi Pesparawi Nasional XIV di Lapangan Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Minggu 28 Juni 2026.
Menurut Nasaruddin Umar, selama penyelenggaraan Pesparawi, masyarakat Indonesia menyaksikan bagaimana keberagaman suku, bahasa, budaya, dan latar belakang mampu berpadu menjadi harmoni melalui pujian kepada Tuhan.
“Pesparawi mengajarkan bahwa harmoni sejati tidak lahir dari keseragaman, tetapi tercipta ketika berbagai perbedaan mampu berjalan bersama, saling menghormati, menopang, dan melengkapi dalam satu tujuan,” ujarnya.
Ia mengatakan, di tengah berbagai tantangan bangsa, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang perjumpaan yang mampu mempererat persaudaraan serta memperkuat semangat gotong royong.
Selain itu, Menag mengapresiasi keberhasilan panitia mengusung konsep Pesparawi Ramah Lingkungan yang sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama mengenai penguatan ekoteologi.
Menurutnya, komitmen peserta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa botol minum sendiri, hingga mengelola sampah secara bijak menjadi contoh nyata bahwa nilai keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Kita telah mendeklarasikan kepada dunia bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan seiring sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” katanya.
Nasaruddin Umar juga mengajak seluruh peserta membawa pulang kebiasaan baik tersebut untuk diterapkan di daerah masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Menag menegaskan seluruh kontingen merupakan pemenang karena telah membawa misi perdamaian, persatuan, dan persaudaraan melalui pujian.
“Bagi yang memperoleh juara saya ucapkan selamat. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karena kehadiran saudara-saudara di Papua sudah menjadi kemenangan bagi bangsa Indonesia,” ucapnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, panitia, TNI-Polri, tokoh agama, relawan, serta seluruh masyarakat yang telah menyukseskan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV dengan aman, tertib, dan damai.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat mengatakan lebih dari enam ribu peserta dari 38 provinsi telah menghadirkan harmoni, doa, serta semangat persaudaraan di Kota Injil Manokwari.
Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya membawa suara, tetapi juga meninggalkan persahabatan dan kenangan yang akan selalu dikenang masyarakat Papua Barat.
“Kalian datang membawa suara dan pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu persahabatan yang tulus, pengalaman yang tak terlupakan, dan rasa cinta yang semakin dalam kepada Indonesia,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan juri, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, relawan, serta seluruh masyarakat Papua Barat yang telah mendukung suksesnya Pesparawi Nasional XIV.
Mengakhiri sambutannya, ia mengundang seluruh peserta untuk kembali berkunjung ke Papua Barat.
“Jika rindu, kembalilah ke sini. Pintu Papua Barat selalu terbuka untuk kalian,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....