Bupati Teluk Bintuni Sidak Harga, Temukan Kenaikan Gula dan Minyak

  • 22 Apr 2026 16:44 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni- Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menemukan lonjakan harga gula dan minyak goreng saat inspeksi mendadak (sidak) di pasar dan distributor, Rabu 22 April 2026. Kenaikan ini diduga dipicu oleh biaya distribusi, meski sebagian barang masih berasal dari stok lama.

Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy bersama Wakil Bupati Joko Lingara melakukan sidak harga bahan pokok dan BBM di Pasar Sentral, Rabu sekitar pukul 12.00 WIT. Dari hasil pemantauan, ditemukan kenaikan harga pada dua komoditas utama, yakni gula dan minyak goreng.

Harga minyak goreng mengalami kenaikan sebesar Rp10 ribu untuk kemasan 5 liter, dari Rp110 ribu menjadi Rp120 ribu. Sementara itu, harga gula per karung 50 kilogram naik dari Rp950 ribu menjadi Rp980 ribu.

Salah satu pedagang sembako, Nining, mengaku terpaksa menaikkan harga akibat kenaikan dari pihak distributor. Ia bahkan harus mengurangi takaran penjualan gula menjadi 9 ons untuk tetap dijual dengan harga Rp20 ribu.

“Kami berharap pemerintah bisa menstabilkan harga di tingkat distributor agar pedagang kecil dan konsumen tidak terdampak,” ujarnya.

Berbeda dengan Nining, pedagang lain, Wa Ode Nur, mengaku belum menaikkan harga karena masih menjual stok lama dengan harga Rp20 ribu per kilogram. Namun, ia mengkhawatirkan kenaikan harga pada stok berikutnya.

Menindaklanjuti keluhan pedagang, Bupati bersama rombongan langsung melakukan sidak ke dua distributor. Lokasi pertama adalah Toko Alam Bersinar di kawasan lampu merah pasar. Di sana, ditemukan kenaikan harga yang dipicu oleh meningkatnya biaya angkutan.

Pemilik toko, Oleng, menjelaskan bahwa kenaikan harga tidak dapat dihindari karena ongkos pengiriman kontainer mengalami peningkatan.

“Biaya angkutan sudah naik, jadi kami terpaksa menaikkan harga,” katanya.

Sidak kemudian dilanjutkan ke distributor lain, PT Makmur Sejahtera Permai di Tanah Merah. Di lokasi ini, ditemukan bahwa harga juga dinaikkan meski barang yang dijual masih berasal dari stok lama.

Pemilik perusahaan, Benyamin Kohar, menyatakan kesediaannya untuk mencari solusi bersama pemerintah daerah. Ia juga mendukung rencana pelaksanaan pasar murah guna menekan dampak kenaikan harga.

“Kami siap turun langsung dan mendukung pasar murah,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Teluk Bintuni, I.B. Putu Suratna, mengatakan bahwa hasil sidak menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kenaikan harga di tingkat distributor dan pasar.

“Di distributor kenaikan hanya sekitar 3 persen, tetapi di pasar mencapai 10 persen. Bupati meminta agar harga dikembalikan karena barang masih stok lama,” tegasnya.

Pemerintah daerah berencana memanggil para distributor untuk menstabilkan harga demi melindungi pedagang kecil dan masyarakat sebagai konsumen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....