Konsumsi Daging Hiu, Manfaat Kecil Risiko Besar
- 30 Sep 2025 18:25 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Daging hiu kerap dianggap sebagai makanan berkhasiat karena mengandung protein, omega-3, zat besi, selenium, dan vitamin B12. Namun, manfaat ini sebenarnya tidak lebih unggul dibandingkan ikan laut lain seperti tongkol, kembung, atau salmon. Justru, konsumsi daging hiu menyimpan ancaman serius yang perlu diwaspadai.
Sebagai predator puncak di lautan, hiu menumpuk banyak zat berbahaya dalam tubuhnya. Penelitian menunjukkan daging hiu mengandung logam berat seperti merkuri, arsenik, timbal, dan kadmium. Zat berbahaya lain seperti PCB dan pestisida juga kerap ditemukan, dan yang perlu diingat, senyawa ini tidak akan hilang meski dimasak dengan suhu tinggi.
Dampak bagi kesehatan sangat beragam. Merkuri dapat merusak perkembangan otak janin dan anak, menurunkan kecerdasan, serta menyebabkan gangguan motorik. Sementara paparan logam berat lainnya bisa memicu kerusakan hati, ginjal, menurunkan daya tahan tubuh, bahkan meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang.
Selain itu, daging hiu juga berpotensi mengganggu sistem hormon manusia. Ibu hamil yang mengonsumsinya berisiko mengalami gangguan pada janin, sementara orang dewasa bisa menghadapi masalah kesuburan, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Dengan kata lain, konsumsi daging hiu lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat.
Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk menghindari konsumsi daging hiu dan memilih ikan laut lain yang lebih aman sekaligus bergizi. Kembung, tongkol, sarden, kakap, nila, salmon, dan tenggiri dapat menjadi pilihan sehat. Selain menjaga kesehatan, langkah ini juga turut mendukung upaya pelestarian ekosistem laut dari eksploitasi berlebihan. (Sumber: www.Alodokter).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....