Kuliner Ekstrim Papua Sate Ulat Sagu
- 04 Mar 2024 20:34 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari : Sate ulat sagu menjadi makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Papua karena mempunyai kadar kolesterol yang rendah dan dipercaya mampu meningkatkan energi berkat kandungan protein tinggi dan kandungan baik lainnya.
Orang Papua biasa menyebut pangganan ini dengan nama “Koo”. Meskipun terlihat tidak biasa untuk dikonsumsi, tapi makanan ini kaya akan protein yang cukup tinggi dan cocok dimakan oleh penderita diabetes. Makanan ini rendah serat, bisa dimakan secara langsung maupun dengan cara digoreng atau dijadikan sate.
Dalam budaya Papua, ulat sagu menjadi unsur penting dalam ritual perayaan oleh Suku Asmat. Sebuah ritual makanan disiapkan oleh Suku Kamoro dalam pemberian nama anak laki-laki mereka. Ritual makanan ini terdiri dari campuran tepung sagu dengan siput atau kerang jenis tertentu, dan ulat sagu yang dibungkus dalam kemasan daun sagu berukuran panjang.
Untuk mendapatkan bahan utama kuliner ini, masyarakat Papua memotong pohon sagu dan membiarkan pohon tersebut busuk. Cara masaknya pun tak jauh berbeda dengan sate pada umumnya. Setelah dirasa matang, sate ulat sagu siap dihidangkan dengan bumbu sate seperti biasa. Biasanya, sate ulat sagu disantap bersama dengan papeda atau roti sagu.
Melansir dari Health Guide, sebuah penelitian tahun 2011 mengungkapkan bahwa ulat sagu merupakan sumber yang kaya akan magnesium, kalsium, seng, zat besi, kalium, fosfor, asam lemak, lipid, serat makanan dan karbohidrat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....