Mengenal Sejarah Papeda Makanan Khas Papua Dan Maluku

  • 09 Feb 2024 21:17 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Bintuni: Dilansir dari indonesia.go.id, papeda adalah makanan khas berbahan dasar sagu. Bentuknya mirip bubur, tapi teksturnya lebih kental dan lengket. Makanan tradisional ini banyak ditemui Papua, Maluku, dan beberapa daerah di Sulawesi.

Menurut sejarahnya, papeda terkenal luas dalam masyarakat adat di papua seperti suku sentani dan Arso di Jayapura dan suku-suku di Manokwari Papua Barat. Bagi masyarakat di Papua dan Maluku, papeda bukan sekadar makanan. Bahkan, papeda dihormati dan disakralkan karena kerap dihidangkan dalam upacara-upacara adat, karena di anggap mitologi sagu sebagai kisah penjelmaan manusia.

Salah satunya, papeda kerap disajikan dalam upacara Watani Kame. Upacara itu digelar sebagai tanda berakhirnya siklus kematian seseorang. Makanan papeda ini akan di bagikan kepada orang-orang yang membantu upacara tersebut. Selain kematian papeda juga di jadikan sajian penting dalam upacara kelahiran anak pertama di Inanwatan Sorong Selatan, Papua Barat. Dalam upacara ini, papeda biasanya disajikan bersama dengan daging babi. Masih dari Inanwatan, papeda sering juga dimakan oleh para perempuan sebagai penahan sakit saat membuat tato.

Tidak hanya di Papua, papeda juga menjadi makanan penting dalam siklus kehidupan suku Nuaulu di pulau Seram Maluku. Papeda yang di sebut sebagai sonar monne, makanan ini jadi hidangan dalam ritual perayaan masa pubertas seorang gadis. Tetapi suku Nuaulu dan suku Huaulu melarang wanita yang sedang dalam masa haid untuk memasak papeda karena di anggap tabu.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....