Walang Goreng Gunungkidul, Kuliner Unik yang Bertahan

  • 17 Sep 2026 14:56 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Bagi sebagian orang, belalang mungkin hanya dikenal sebagai serangga yang hidup di rerumputan. Namun, bagi masyarakat Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belalang atau disebut “walang” justru dapat diolah menjadi makanan. Walang goreng telah lama dikenal sebagai salah satu kuliner khas daerah tersebut dan menjadi bagian dari pengalaman kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.

Kebiasaan mengonsumsi walang bukan sekadar tren kuliner. Bagi sebagian masyarakat, kegiatan tersebut sudah dikenal secara turun-temurun. Belalang yang diperoleh dari lingkungan sekitar dibersihkan, kemudian diberi bumbu dan digoreng hingga kering. Hasilnya memiliki tekstur renyah dengan rasa gurih. Walang goreng biasanya disantap sebagai lauk maupun camilan. Fenomena konsumsi walang juga berkaitan dengan kehidupan ekonomi masyarakat. Ketika musim belalang tiba, sebagian warga menangkap walang untuk kemudian dijual kepada pedagang. Ada pula yang mengolahnya sendiri menjadi produk makanan. Dari kebiasaan yang sederhana tersebut, walang kemudian memiliki nilai ekonomi dan menjadi salah satu produk kuliner yang dikenal dari Gunungkidul.

Bagi wisatawan, walang goreng menawarkan pengalaman yang berbeda. Bentuknya yang masih terlihat sebagai belalang membuat sebagian orang merasa ragu untuk mencicipinya. Namun, rasa penasaran justru menjadi salah satu daya tariknya. Setelah digoreng dan dibumbui, walang memiliki rasa gurih dan tekstur renyah. Kuliner ini kemudian tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat setempat, tetapi juga menjadi buah tangan bagi sebagian wisatawan. Keberadaan walang goreng menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kuliner tersebut juga memperlihatkan hubungan antara makanan, kebiasaan masyarakat, dan potensi ekonomi daerah. Sesuatu yang dahulu dekat dengan kehidupan sehari-hari kemudian berkembang menjadi bagian dari identitas kuliner Gunungkidul.

Pada akhirnya, fenomena konsumsi walang di Gunungkidul bukan hanya tentang keberanian menyantap belalang. Di baliknya terdapat cerita tentang tradisi, pemanfaatan pangan lokal, ekonomi masyarakat, dan pariwisata. Walang goreng menjadi salah satu contoh bagaimana makanan yang sederhana dapat bertahan sebagai bagian dari budaya kuliner dan terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....