Cuma Setahun Sekali! Apem Conthong Jatisrono, Kuliner saat Grebeg Suro
- 09 Agt 2026 20:36 WIB
- Manokwari
Poin Utama
- Apem Conthong menjadi bagian dari tradisi Grebeg Jatisrono di Kabupaten Wonogiri.
- Penganan ini hadir dalam rangkaian perayaan Sura atau Grebeg Suro.
- Apem Conthong dikirab dalam bentuk gunungan apem.
RRI.CO.ID, Manokwari - Ada kuliner tradisional yang mungkin tidak bisa ditemui setiap hari, salah satunya Apem Conthong dari Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Penganan ini menjadi bagian dari tradisi Grebeg Jatisrono yang digelar untuk menyambut datangnya bulan Sura dalam penanggalan Jawa. Karena kemunculannya lekat dengan rangkaian acara tersebut, Apem Conthong pun punya daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan.
Dilansir dari SuaraBaru, Apem Conthong bukan sekadar jajanan tradisional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam prosesi kirab budaya di Jatisrono. Pada pelaksanaan Grebeg Jatisrono 2024, misalnya, sebanyak 3.330 apem conthong dikirab menggunakan tiga gunungan sebagai bagian dari puncak acara. Jumlah tersebut membuat suasana perayaan semakin meriah sekaligus memperlihatkan kuatnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi.
Nama “conthong” merujuk pada bentuk wadahnya yang menyerupai kerucut, sebuah bentuk yang juga dikenal dalam tradisi pembuatan apem di berbagai daerah Jawa. Secara umum, apem merupakan penganan tradisional berbahan dasar tepung beras, sementara bentuk dan bahan pelengkapnya dapat berbeda sesuai tradisi daerah masing-masing. Di Jatisrono, kehadiran apem tersebut tidak bisa dilepaskan dari rangkaian ritual dan perayaan budaya masyarakat setempat.
Yang membuat Apem Conthong Jatisrono semakin menarik adalah kemunculannya yang mengikuti momentum Grebeg Suro. Tradisi Grebeg Jatisrono sendiri telah berlangsung secara rutin dan pada 2024 tercatat memasuki penyelenggaraan ke-12, dengan berbagai pertunjukan seni serta kirab apem sebagai bagian dari kemeriahannya. Bagi warga, momen tersebut bukan cuma pesta tahunan, tetapi juga kesempatan untuk merawat kebersamaan dan warisan budaya daerah.
Dalam prosesi kirab, apem conthong ditempatkan dalam gunungan dan dibawa bersama rangkaian acara budaya lainnya. Pada pelaksanaan 2022, misalnya, sebanyak 1.030 apem conthong turut dikirab dari Kantor Kecamatan Jatisrono menuju Lapangan Gunungsari. Setelah prosesi berlangsung, tradisi ini berpadu dengan pertunjukan wayang kulit dan kesenian rakyat sehingga perayaan Sura terasa semakin hidup.
Apem Conthong akhirnya bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang bagaimana makanan sederhana bisa menjadi identitas sebuah perayaan budaya. Ketika Grebeg Suro tiba, penganan ini kembali hadir dan mengingatkan bahwa kekayaan kuliner Nusantara sering kali memiliki cerita panjang di balik bentuk dan penyajiannya. Jadi, kalau ingin mencicipi sekaligus melihat langsung tradisi Apem Conthong Jatisrono, momentum Grebeg Suro menjadi waktu yang paling menarik untuk datang ke Wonogiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....