Si gembul bernutrisi ini fakta unik ulat sagu
- 15 Mei 2026 04:50 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID,Manokwari_ Ulat sagu adalah larva dari kumbang penggerek (Rhynchophorus ferrugineus) yang hidup di batang pohon sagu yang membusuk, populer sebagai kuliner ekstrem khas Papua dan Maluku.
Di lansir dari halodoc Ulat ini kaya akan protein, asam amino esensial, vitamin, dan mineral, dengan tekstur lembut, rasa gurih seperti kelapa, dan sering dikonsumsi mentah maupun dibakar.
Berikut adalah fakta unik ulat sagu
Pangan Sejak Zaman Prasejarah:
Masyarakat di Indonesia Timur, khususnya Papua dan Mentawai, telah mengonsumsi ulat sagu sebagai sumber nutrisi penting sejak lama.
Bukan Ulat Biasa (Larva Kumbang):
Ulat ini sebenarnya adalah larva dari kumbang merah (kumbang penggerek) yang bertelur di batang sagu yang sudah tumbang atau membusuk.
Kandungan Nutrisi Tinggi:
Ulat sagu kaya akan gizi, tinggi protein, termasuk protein hewani, serat, zinc, magnesium, zat besi, serta vitamin E dan B2.
Kandungan gizinya dianggap dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Ulat sagu merupakan sumber protein hewani yang baik, menyediakan asam amino esensial yang penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
Rasa Mirip Kelapa:
Saat dimakan mentah, ulat sagu memiliki tekstur kenyal dan rasa gurih yang khas, mirip dengan kelapa muda.
Panen Butuh Waktu:
Untuk mendapatkan ulat sagu, batang pohon sagu perlu didiamkan selama 1-2 bulan setelah ditebang agar kumbang datang dan bertelur.
Pangan alternatif massa depan:
Ulat sagu adalah pangan lokal alternatif yang dapat diolah menjadi berbagai makanan tradisional bernilai gizi tinggi untuk anak di daerah pengkonsumsi sagu.
Bisa Jadi Hama:
Jika tidak dipanen, ulat akan menjadi kumbang merah dewasa yang dianggap hama ( pengerek batang ) pada tanaman kelapa atau sagu.
Ulat sagu merupakan contoh potensi pangan alternatif yang bergizi tinggi dan menyatu dengan kearifan lokal masyarakat setempat.
8. Ulat sagu bisa memicu alergi
Kuliner ekstrem satu ini memang tidak coçok untuk semua orang pasalnya ada sebagian orang yang merasakan efek alergi ketika mengkonsumsi ulat sagu.
Nah waspadai bila mengalami gejalah seperti sesak napas, kemerahan, bentol,hingga gatal gatal. Jangan lupa untuk memeriksakannya ke dokter.
Itulah beragam fakta menarik mengenai ulat sagu yang menjadi sajian khas masyarakat Papua. Tertarik untuk mengkonsumsinya bila ada kesempatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....