Mengapa Jengkol Berbau Menyengat? Ini Penjelasannya
- 18 Apr 2026 10:33 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Jengkol dikenal sebagai salah satu makanan khas Nusantara yang memiliki cita rasa unik dan digemari banyak orang. Namun di balik kelezatannya, jengkol juga identik dengan bau menyengat yang cukup kuat, baik saat dimasak maupun setelah dikonsumsi. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan jengkol berbau?
Bau khas pada jengkol berasal dari kandungan senyawa alami yang disebut asam jengkolat. Senyawa ini mengandung sulfur atau belerang, yang menjadi penyebab utama aroma tajam yang dihasilkan. Ketika jengkol dimasak, senyawa tersebut akan semakin aktif dan mengeluarkan bau yang lebih kuat.
Tidak hanya saat dimasak, bau jengkol juga bisa muncul setelah dikonsumsi. Hal ini terjadi karena proses metabolisme di dalam tubuh. Saat dicerna, asam jengkolat akan diolah dan sebagian dikeluarkan melalui urine, keringat, dan napas. Inilah yang menyebabkan aroma khas jengkol bisa bertahan cukup lama setelah dimakan.
Selain itu, tingkat bau yang dihasilkan juga bisa berbeda-beda pada setiap orang. Faktor seperti jumlah konsumsi, kondisi tubuh, serta cara pengolahan jengkol turut memengaruhi kuat atau tidaknya aroma yang muncul.
Meski memiliki bau yang cukup menyengat, jengkol tetap digemari karena rasanya yang khas dan teksturnya yang unik. Bahkan, jika diolah dengan tepat—misalnya dengan direbus berulang kali atau direndam terlebih dahulu—bau jengkol dapat sedikit berkurang.
Dengan memahami penyebab bau pada jengkol, masyarakat bisa lebih bijak dalam mengolah dan mengonsumsinya. Jadi, meskipun aromanya tajam, jengkol tetap bisa dinikmati dengan cara yang lebih nyama
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....