Dampak Begadang bagi Kesehatan

  • 27 Jul 2024 13:02 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari: Begadang adalah kebiasaan begadang atau tidur larut malam yang bisa berdampak negatif pada kesehatan. Terlalu sering begadang membuat seseorang kurang tidur. Jika dilakukan sesekali saja tidak masalah. Namun jika terlalu sering, ada banyak sekali dampak kesehatan yang bisa saja terjadi. Normalnya seseorang memiliki waktu tidur selama 7–9 jam per hari.

Tidur yang tidak teratur bisa mengganggu siklus tidur-bangun tubuh, yang mempengaruhi kualitas tidur dan membuat kamu merasa kurang istirahat. Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan yang berkepanjangan, mengurangi energi, dan mempengaruhi produktivitas.

Kurang tidur bisa memicu atau memperburuk kondisi kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi. Tidur yang tidak cukup dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Dilansir dari laman RS Awal Bros, begadang membuat seseorang cepat tua. Karena kerja hati (liver) seharusnya istirahat, sedangkan kalau tubuh terjaga 24 jam, liver akan terus bekerja. Ini membuat hati lebih cepat rusak. Selain itu, hormon muda yang menjaga sel tubuh paling banyak diproduksi pukul 11 malam hingga pukul 2 pagi.

Kalau begadang sesekali tidak masalah. Tapi kalau keseringan, berminggu–minggu hingga berbulan–bulan, orang tersebut akan jadi lebih cepat tua. Dampak begadang membuat hati lebih gampang rusak dan gampang terkena penyakit hati, seperti hepatitis.

Untuk para wanita, kulit tampak kusam, munculnya lingkaran hitam di bawah mata, dan mempercepat penuaan dini. Sering begadang dapat membuat suasana hati menjadi lebih mudah terganggu dan meningkatkan kemungkinan mengalami kemarahan atau frustrasi. Tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi produksi hormon penting, termasuk hormon yang mengatur nafsu makan, pertumbuhan, dan stres.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....