Fakta Mengejutkan: Kafein Selain di Kopi dan Teh
- 30 Jan 2024 18:54 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Apakah Anda menyadari bahwa kafein bukan hanya terdapat dalam teh dan kopi? Fakta menunjukan ternyata kafein juga hadir dalam minuman lain, makanan dan beberapa obat.
Tidak bisa dipungkiri, banyak orang mengandalkan kafein untuk meningkatkan konsentrasi. Studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar 90% orang dewasa disana mengkonsumsi kafein setiap hari, seperti dikutip dari Mayo Clinic.
Namun sebenarnya berapakah batas aman konsumsi harian kafein? Perlu kita ketahui, kandungan kafein bervariasi dalam berbagai minuman.
Batas aman konsumsi harian kafein bagi orang dewasa adalah hingga 400 miligram. Setara dengan sekitar empat cangkir kopi, 10 kaleng cola atau dua minuman energi, tergantung pada jenis minuman.
Meskipun bermanfaat, konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping. Efek ini berupa detak jantung cepat, sakit kepala, tekanan darah tinggi, insomnia dan gemetar otot.
Anak-anak dan remaja harus berhati-hati dalam mengonsumsi kafein. Sementara wanita hamil atau menyusui sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Selain kopi, teh, dan minuman bersoda, banyak makanan dan obat lainnya juga mengandung kafein. Agar konsumsi tidak berlebihan, disarankan untuk memeriksa label produknya.
Selain itu, kafein dapat muncul dengan nama-nama yang kurang dikenal. Nama tersebut diantaranya Cartinine, Choline, Ginseng, Glucuronolactone, Guarana, Inosol, Kola nut, Asam malat, Maltodekstrin, Niacin, Asam Pantotenat, Taurin, Theanine, Tyrosine dan Yerbamate.
Sedangkan kafein dalam bentuk bubuk atau cair dapat berbahaya. FDA memperingatkan bahwa tingkat kafein yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
Satu sendok teh kafein bubuk setara dengan minum 28 cangkir kopi. Ini jauh melebihi tingkat harian yang direkomendasikan.
Jika Anda merasa kafein lebih menghambat daripada membantu maka ada baiknya dipertimbangkan untuk mengurangi konsumsinya. Dimulai dengan menyadari konsumsi harian, mengurangi secara perlahan, memeriksa label produk dan beralih ke minuman tanpa kafein.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala akibat kafein.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....