Bahaya Rokok 7 Penyakit Mematikan yang Mengintai Perokok

  • 30 Sep 2026 13:41 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis dan kematian yang dapat dicegah. Asap rokok mengandung ribuan zat kimia, dan setidaknya 69 di antaranya diketahui dapat menyebabkan kanker. Dampak merokok tidak hanya terbatas pada paru-paru, tetapi juga dapat merusak jantung, pembuluh darah, otak, sistem kekebalan tubuh, serta berbagai organ lainnya.

Menurut World Health Organization (WHO), penggunaan tembakau menyebabkan lebih dari 7 juta kematian setiap tahun akibat penggunaan langsung, sementara paparan asap rokok pada orang yang tidak merokok juga menyebabkan lebih dari 1 juta kematian per tahun. WHO menyebut penggunaan tembakau sebagai faktor risiko penting untuk penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, dan lebih dari 20 jenis atau subjenis kanker.

Oleh karena itu, merokok tidak dapat dipandang hanya sebagai kebiasaan yang berdampak pada paru-paru. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan asap rokok dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan sistemik pada tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.

MenurutCenters for Disease Control and Prevention CDC Asap rokok merupakan campuran kompleks yang mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia. Di antara zat-zat tersebut terdapat berbagai senyawa yang bersifat toksik dan karsinogenik. Beberapa kelompok zat yang berkaitan dengan kanker antara lain hidrokarbon aromatik polisiklik, tobacco-specific nitrosamines, amina aromatik, aldehida, dan senyawa organik volatil.

Nikotin merupakan salah satu komponen utama tembakau yang berperan dalam menimbulkan ketergantungan. Sementara itu, berbagai zat beracun dan karsinogen dalam asap rokok dapat menyebabkan peradangan, kerusakan sel dan DNA, gangguan fungsi pembuluh darah, serta perubahan sistem imun.

Dilansir dari International Agency for Research on Cancer (IARC) ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh rokok seperti:

  1. Kanker paru-paru
    Kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit yang paling erat kaitannya dengan kebiasaan merokok. merokok tembakau merupakan faktor risiko utama kanker paru-paru dan diperkirakan bertanggung jawab atas sekitar 85% kasus kanker paru-paru.
  2. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK/COPD)
    Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), merupakan kelompok penyakit paru yang menyebabkan hambatan aliran udara dan kesulitan bernapas. PPOK mencakup kondisi seperti emfisema dan bronkitis kronis.
  3. Penyakit jantung koroner dan penyakit kardiovaskular
    Merokok juga memberikan dampak serius terhadap sistem kardiovaskular. Asap rokok dapat merusak lapisan pembuluh darah, meningkatkan kecenderungan darah untuk menggumpal, mempercepat pembentukan plak aterosklerotik, serta menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
  4. Diabetes melitus tipe 2
    Merokok juga berhubungan dengan peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2. CDC memasukkan diabetes tipe 2 sebagai salah satu penyakit yang disebabkan atau berkaitan dengan kebiasaan merokok
  5. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu atau ketika pembuluh darah di otak pecah. Merokok meningkatkan risiko stroke melalui berbagai mekanisme, termasuk kerusakan pembuluh darah, peningkatan pembekuan darah, aterosklerosis, dan penyempitan pembuluh darah.
  6. Kanker pada berbagai organ
    Dampak karsinogenik rokok tidak hanya terjadi pada paru-paru. IARC mengklasifikasikan merokok tembakau sebagai karsinogen bagi manusia (Group 1). Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa merokok menyebabkan kanker pada berbagai organ, termasuk rongga mulut, faring, esofagus, lambung, hati, pankreas, laring, paru-paru, ginjal, kandung kemih, leher rahim, serta beberapa jenis leukemia.
  7. Gangguan kesehatan reproduksi dan kehamilan
    Merokok juga dapat mengganggu kesehatan reproduksi. Paparan rokok selama kehamilan dikaitkan dengan berbagai dampak buruk terhadap ibu dan janin. WHO menyatakan bahwa merokok selama kehamilan dapat menyebabkan kondisi kesehatan jangka panjang pada bayi.

Bahaya rokok tidak hanya dialami oleh orang yang merokok. Orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok dari lingkungan juga dapat mengalami dampak kesehatan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa tidak terdapat tingkat paparan asap rokok pasif yang benar-benar aman. Pada orang dewasa, paparan tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker paru-paru. Pada anak-anak, paparan asap rokok meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, serangan asma, serta sudden infant death syndrome (SIDS).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....