Sinusitis Sering Kambuh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya”
- 30 Sep 2026 13:39 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari: Dilansir dari Pubmed Sinusitis merupakan peradangan pada jaringan yang melapisi rongga sinus dan biasanya juga melibatkan rongga hidung. Dalam istilah medis, kondisi ini sering disebut rinosinusitis, karena hidung dan sinus merupakan satu sistem yang saling berhubungan. Sinusitis dapat berlangsung singkat, misalnya setelah infeksi saluran pernapasan, atau menetap selama berbulan-bulan sebagai sinusitis kronis
Sinus adalah rongga berisi udara yang terdapat di sekitar hidung, mata, dan dahi. Rongga ini dilapisi selaput lendir dan memiliki saluran kecil yang menghubungkannya dengan rongga hidung.
Dalam kondisi normal, lendir yang diproduksi sinus dapat mengalir ke hidung. Ketika lapisan sinus mengalami peradangan dan saluran tersebut mengalami pembengkakan atau penyumbatan, lendir dapat terperangkap. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hidung tersumbat, rasa tertekan pada wajah, dan pada sebagian kasus memungkinkan terjadinya pertumbuhan mikroorganisme
Penyebab sinusitis cukup beragam. Beberapa faktor yang paling umum meliputi:
- Infeksi virus. Pilek atau infeksi saluran pernapasan atas merupakan salah satu pemicu tersering sinusitis akut.
- Infeksi bakteri. Sebagian kecil kasus berkembang menjadi rinosinusitis bakteri akut.
- Alergi. Rinitis alergi dapat menyebabkan pembengkakan jaringan hidung sehingga mengganggu drainase sinus.
- Polip hidung. Pertumbuhan jaringan pada hidung atau sinus dapat menghambat aliran lendirKelainan struktur hidung dan sinus. Kondisi tertentu yang mempersempit saluran sinus dapat meningkatkan risiko.
- Kelainan struktur hidung dan sinus. Kondisi tertentu yang mempersempit saluran sinus dapat meningkatkan risiko.
- Gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi tertentu yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun dapat meningkatkan risiko sinusitis.
Gejala sinusitis dapat berbeda antara satu orang dengan orang lain. Gejala yang umum antara lain: Hidung tersumbat,Hidung berair atau mengeluarkan lendir, Nyeri atau rasa tertekan pada wajah, Sakit kepala, Berkurangnya kemampuan mencium, Batuk, Sakit tenggorokan, Bau mulut,Nyeri pada gigi bagian atas,Rasa lelah.
Pada sinusitis akut, keluhan biasanya berlangsung relatif singkat. Sebaliknya, sinusitis kronis ditandai oleh gejala yang menetap selama setidaknya 12 minggu dan perlu dikonfirmasi dengan adanya bukti objektif peradangan pada hidung atau sinus, misalnya melalui pemeriksaan endoskopi hidung atau pencitraan yang sesuai.
Sinusitis akut biasanya muncul dalam waktu relatif singkat, sering kali berkaitan dengan pilek atau infeksi saluran pernapasan atas.
Sementara itu, sinusitis kronis berlangsung selama 12 minggu atau lebih. Kondisi kronis bukan sekadar "sinusitis yang tidak sembuh", tetapi merupakan penyakit peradangan yang kompleks. Polip hidung, alergi, asma, faktor anatomi, dan karakteristik peradangan tertentu dapat ikut berperan
Warna lendir yang kuning atau hijau tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sinusitis disebabkan oleh bakteri. Infeksi virus juga dapat menghasilkan lendir yang berwarna demikian. Karena antibiotik hanya bekerja terhadap bakteri, keputusan untuk menggunakannya harus didasarkan pada keseluruhan gejala dan pemeriksaan klinis.
Pengobatan sinusitis bergantung pada penyebab dan lamanya penyakit:
- Perawatan untuk meredakan gejala
Pada banyak kasus sinusitis akut, terutama yang disebabkan virus, pengobatan difokuskan pada mengurangi gejala sambil menunggu tubuh pulih. - Antibiotik
Antibiotik tidak diperlukan untuk sebagian besar sinusitis akut karena mayoritas kasus berkaitan dengan virus. Penggunaan antibiotik tanpa indikasi dapat menyebabkan efek samping dan berkontribusi terhadap resistensi antimikroba. - Penanganan sinusitis kronis
Pada sinusitis kronis, terapi dapat mencakup irigasi saline dan kortikosteroid intranasal. Bila terdapat polip hidung atau peradangan tertentu, dokter dapat mempertimbangkan terapi tambahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....