Influenza A Benarkah Lebih Berbahaya dari Flu Biasa?

  • 30 Sep 2026 13:38 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia dan memiliki tingkat keparahan yang beragam, mulai dari gejala ringan hingga kondisi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Influenza musiman terutama disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Di antara keduanya, influenza A memiliki karakteristik biologis yang memungkinkan virus ini mengalami perubahan dan, dalam kondisi tertentu, menyebabkan pandemi.

Influenza A adalah salah satu kelompok virus influenza yang dapat menginfeksi manusia maupun berbagai spesies hewan. Virus influenza A diklasifikasikan berdasarkan kombinasi dua protein permukaan utama, yaitu hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Oleh karena itu, kita mengenal istilah seperti A(H1N1) dan A(H3N2).

Gejala influenza A biasanya muncul secara relatif mendadak. Gejala yang umum meliputi:

  1. Demam atau rasa menggigil.
  2. Batuk, yang sering kali merupakan batuk kering
  3. Sakit tenggorokan.
  4. Hidung berair atau tersumbat
  5. Nyeri otot atau badan.
  6. Kelelahan atau rasa lemah
  7. Pada sebagian orang, terutama anak-anak, dapat terjadi muntah atau diare.

Walaupun influenza sering sembuh dengan sendirinya, penyakit ini tidak selalu ringan. Risiko komplikasi lebih tinggi pada kelompok tertentu, antara lain: Anak-anak yang masih sangat kecil, Orang lanjut usia, Ibu hamil, Orang dengan penyakit kronis tertentu ,Kelompok lain yang memiliki kondisi medis yang meningkatkan risiko influenza berat.

Dilansir dari Pubmed Penelitian ilmiah terus mengevaluasi efektivitas berbagai obat antivirus. Sebuah tinjauan sistematis dan network meta-analysis yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine pada 2025 menganalisis 73 uji klinis dengan lebih dari 34.000 peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa manfaat obat antivirus berbeda menurut obat, tingkat risiko pasien, dan luaran yang dinilai; misalnya, beberapa antivirus dapat memperpendek durasi gejala, sementara manfaat terhadap rawat inap atau kematian tidak selalu sama pada setiap kelompok pasien.

Vaksinasi merupakan salah satu langkah utama untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya. Virus influenza terus mengalami perubahan sehingga komposisi vaksin diperbarui secara berkala berdasarkan pemantauan virus yang beredar. WHO memperbarui rekomendasi komposisi vaksin influenza dua kali setiap tahun untuk menyesuaikan kebutuhan belahan bumi utara dan selatan.

Selain vaksinasi, beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi penularan influenza antara lain:

  1. Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air.
  2. Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
  3. Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
  4. Menjaga kualitas udara dan ventilasi ruangan.
  5. Menghindari aktivitas dekat dengan orang lain ketika sedang sakit.
  6. Mendapatkan vaksin influenza sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....