Rahasia Makanan yang Bisa Membuat Hati Bahagia
- 22 Sep 2026 11:30 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID,Manokwari: Pernahkah kita merasa lebih bersemangat setelah menikmati makanan yang kita sukai? Hubungan antara makanan dan perasaan ternyata bukan sekadar pengalaman sehari-hari. Penelitian dalam bidang nutritional psychiatry menunjukkan bahwa pola makan dapat berhubungan dengan kesehatan otak, fungsi tubuh, serta suasana hati.
Namun, penting untuk memahami bahwa makanan bukanlah “obat kebahagiaan” yang dapat secara langsung menghilangkan stres, kecemasan, atau depresi. Pengaruh makanan terhadap suasana hati merupakan proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas pola makan secara keseluruhan, kesehatan usus, aktivitas fisik, tidur, serta kondisi psikologis seseorang.
Otak membutuhkan pasokan energi dan berbagai zat gizi agar dapat berfungsi dengan baik. Menurut Harvard Health Publishing, kualitas makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak, yang pada akhirnya berkaitan dengan suasana hati. Makanan yang kaya vitamin, mineral, antioksidan, serat, serta lemak sehat dapat membantu menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan otak.
Sebaliknya, pola makan yang banyak mengandung makanan ultra-proses dan gula tambahan perlu dibatasi. Harvard Health mencatat bahwa konsumsi makanan tinggi gula rafinasi berkaitan dengan proses peradangan dan stres oksidatif serta dapat berhubungan dengan memburuknya gejala gangguan suasana hati.
Sebuah penelitian observasional yang dibahas oleh Harvard Health pada 2024, yang melibatkan hampir 182.000 orang, menemukan hubungan antara pola makan yang lebih seimbang dengan hasil kesehatan mental dan fungsi kognitif yang lebih baik. Karena penelitian tersebut bersifat observasional, hasilnya menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa pola makan tertentu secara langsung menyebabkan kondisi mental yang lebih baik.
Bukti penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan makanan minim proses memiliki hubungan yang positif dengan berbagai aspek kesehatan mental. Hubungan tersebut kemungkinan melibatkan nutrisi, metabolisme, peradangan, serta komunikasi antara usus dan otak.
Menurut Harvard Health Publishing, kualitas makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak, yang pada akhirnya berkaitan dengan suasana hati. Makanan yang kaya vitamin, mineral, antioksidan, serat, serta lemak sehat dapat membantu menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan otak.
Sebaliknya, pola makan yang banyak mengandung makanan ultra-proses dan gula tambahan perlu dibatasi. Harvard Health mencatat bahwa konsumsi makanan tinggi gula rafinasi berkaitan dengan proses peradangan dan stres oksidatif serta dapat berhubungan dengan memburuknya gejala gangguan suasana hati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....