Alzheimer Bukan Sekadar Lupa, Kenali Tanda Awalnya

  • 22 Sep 2026 11:25 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO,ID, Manokwari: Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang secara perlahan merusak kemampuan mengingat, berpikir, berkomunikasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Alzheimer merupakan penyebab paling umum dari demensia pada orang lanjut usia dan diperkirakan berkontribusi terhadap sekitar 60–70% kasus demensia di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2021 sekitar 57 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dengan hampir 10 juta kasus baru setiap tahun

Alzheimer adalah gangguan otak yang menyebabkan kerusakan secara bertahap pada sel-sel saraf dan hubungan antarsel saraf. Pada tahap awal, bagian otak yang berhubungan dengan memori biasanya mengalami kerusakan. Seiring perkembangan penyakit, gangguan dapat meluas ke area yang mengatur bahasa, kemampuan berpikir, penalaran, perilaku, dan fungsi sehari-hari.

Dilansir dari Organisasi kesehatan dunia ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain yang dapat di kategorikan gejala Alzhaimer :

  1. Sering melupakan informasi atau kejadian yang baru saja terjadi.
  2. Mengulangi pertanyaan atau cerita yang sama.
  3. Kesulitan menemukan kata yang tepat ketika berbicara.
  4. Kesulitan melakukan pekerjaan yang sebelumnya sudah biasa dilakukan.
  5. Kehilangan barang atau meletakkannya di tempat yang tidak biasa.
  6. Mengalami kebingungan mengenai waktu atau tempat.
  7. Kesulitan mengambil keputusan atau memecahkan masalah.
  8. Mengalami perubahan suasana hati atau perilaku.
  9. Menarik diri dari aktivitas sosial.
  10. Pada tahap lanjut, mengalami kesulitan melakukan aktivitas dasar seperti makan, berjalan, atau merawat diri.

Selain usia, sejumlah faktor kesehatan dan gaya hidup berhubungan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif dan demensia. WHO mencantumkan antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol yang berbahaya, isolasi sosial, gangguan pendengaran dan penglihatan, depresi, cedera otak traumatis, gangguan tidur, serta paparan polusi udara

Diagnosis Alzheimer tidak dilakukan hanya berdasarkan satu tes. Dokter biasanya melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi pasien dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gangguan daya ingat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....