Apa Itu Anxiety dan Bagaimana Mengenalinya?
- 22 Sep 2026 11:38 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Anxiety atau kecemasan merupakan respons alami tubuh ketika seseorang menghadapi situasi yang dianggap mengancam, menegangkan, atau tidak pasti. Rasa cemas sebenarnya bisa dialami siapa saja, misalnya ketika akan menghadapi ujian, wawancara kerja, berbicara di depan banyak orang, atau menghadapi suatu masalah.
Dalam kondisi normal, kecemasan dapat membantu seseorang menjadi lebih waspada dan mempersiapkan diri. Namun, kecemasan perlu mendapat perhatian ketika muncul terlalu sering, terasa berlebihan, sulit dikendalikan, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apa saja tanda anxiety?
Kecemasan tidak hanya muncul dalam bentuk rasa takut atau khawatir. Kondisi ini juga dapat memengaruhi tubuh dan perilaku seseorang.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
• merasa khawatir atau takut secara berlebihan;
• sulit berkonsentrasi;
• merasa gelisah atau sulit tenang;
• jantung berdebar;
• tubuh berkeringat atau gemetar;
• sulit tidur;
• mudah lelah;
• mengalami ketegangan otot;
• menghindari situasi tertentu karena merasa takut atau cemas.
Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda. Gejala tersebut juga belum tentu berarti seseorang mengalami gangguan kecemasan, karena beberapa keluhan dapat muncul akibat stres atau kondisi kesehatan lainnya.
Apa penyebabnya?
Kecemasan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pengalaman hidup yang penuh tekanan, masalah pekerjaan atau keluarga, perubahan besar dalam kehidupan, serta kondisi tertentu dapat memicu atau memperburuk rasa cemas.
Faktor biologis dan kondisi kesehatan mental juga dapat berperan. Karena itu, penyebab anxiety tidak selalu sama pada setiap orang.
Kapan perlu mencari bantuan?
Rasa cemas sesekali merupakan hal yang wajar. Namun, jika kecemasan berlangsung terus-menerus, semakin berat, mengganggu pekerjaan, sekolah, hubungan dengan orang lain, tidur, atau aktivitas sehari-hari, sebaiknya seseorang mencari bantuan dari tenaga profesional seperti psikolog atau dokter.
Mencari bantuan bukan berarti seseorang lemah. Justru, memahami apa yang sedang dialami dan mendapatkan bantuan yang tepat merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Yang juga penting, jangan terburu-buru mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan gejala yang ditemukan di internet. Diagnosis gangguan kecemasan perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional melalui penilaian yang sesuai.
Sumber : NHS, National Institute of Mental Health (NIMH).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....