Kebiasaan yang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
- 17 Sep 2026 14:53 WIB
- Manokwari
RRI. CO.ID Manokwari – Pemandangan anak makan sambil menonton video di ponsel atau tablet kini semakin sering ditemui. Tidak sedikit orang tua yang mengaku menggunakan cara tersebut agar anak lebih tenang dan makanan cepat habis. Meski terlihat praktis, para ahli kesehatan anak mengingatkan bahwa kebiasaan ini dapat membawa dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa waktu makan seharusnya menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenali rasa lapar dan kenyang, sekaligus belajar berbagai tekstur, rasa, dan aroma makanan. Ketika perhatian anak terfokus pada layar, proses belajar tersebut menjadi berkurang karena anak makan secara otomatis tanpa menyadari apa yang sedang dikonsumsinya.
Selain memengaruhi pola makan, penggunaan gadget saat makan juga dapat mengurangi interaksi antara anak dan orang tua. American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa komunikasi sehari-hari, termasuk saat makan bersama keluarga, memiliki peran penting dalam perkembangan bahasa dan kemampuan sosial anak. Saat anak lebih fokus pada layar, kesempatan untuk berbicara, bertanya, dan merespons percakapan menjadi jauh lebih sedikit.
Dampak lainnya berkaitan dengan kemampuan konsentrasi dan pengendalian diri. Sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan anak menunjukkan bahwa paparan layar berlebihan pada usia dini dapat membuat anak terbiasa dengan stimulasi yang serba cepat. Akibatnya, anak berisiko lebih mudah bosan, sulit fokus dalam aktivitas tertentu, dan lebih mudah frustrasi ketika tidak mendapatkan hiburan instan.
Para ahli juga mengingatkan bahwa kebiasaan makan sambil menonton dapat membuat anak sulit mengenali sinyal kenyang dari tubuhnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memengaruhi pola makan sehat dan meningkatkan risiko makan berlebihan.
Karena itu, orang tua disarankan untuk mulai membangun kebiasaan makan tanpa gadget secara bertahap. Waktu makan dapat dimanfaatkan sebagai momen berbincang, mengenalkan nama makanan, warna, bentuk, maupun rasa kepada anak. Aktivitas sederhana tersebut tidak hanya membantu perkembangan bahasa, tetapi juga mempererat hubungan antara anak dan keluarga.
Selain membangun kebiasaan makan yang sehat, pemenuhan nutrisi yang seimbang juga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Asupan gizi yang cukup, tidur yang berkualitas, aktivitas fisik, dan interaksi sosial yang baik merupakan fondasi utama bagi perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak.
Pada akhirnya, membuat anak makan tanpa bantuan layar memang membutuhkan kesabaran lebih. Namun, kebiasaan tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan bahasa, kemampuan fokus, serta pembentukan pola makan yang sehat di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....