Mulai MPASI, Jangan Abaikan Kebersihan Alat Makan Bayi

  • 15 Sep 2026 09:29 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Memasuki usia enam bulan, bayi mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI). Ada banyak hal baru yang dipelajari, mulai dari mengenal rasa dan tekstur makanan hingga belajar menggunakan sendok. Namun, di balik proses tersebut, orang tua juga perlu memperhatikan kebersihan peralatan yang digunakan, seperti sendok, mangkuk, gelas, dan perlengkapan makan lainnya.

Peralatan MPASI sebaiknya segera dicuci setelah digunakan. Sisa makanan yang tertinggal dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme jika tidak dibersihkan dengan baik. Peralatan dapat dicuci menggunakan sabun dan air bersih, kemudian dibilas dan dikeringkan di tempat yang bersih. Kebiasaan mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan sebelum menyuapi bayi juga penting untuk mengurangi risiko kuman berpindah ke makanan.

Hal serupa berlaku untuk botol susu, termasuk botol yang digunakan untuk ASI perah maupun susu formula. Tidak hanya botolnya, bagian seperti dot, tutup, dan cincin botol juga perlu dibersihkan karena dapat menyimpan sisa susu. CDC merekomendasikan perlengkapan pemberian susu dibersihkan secara menyeluruh setelah digunakan dan disanitasi sesuai kebutuhan, terutama pada bayi yang masih kecil atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Sterilisasi tidak selalu berarti semua peralatan harus direbus setiap kali selesai makan. Orang tua dapat mengikuti petunjuk penggunaan dari produsen peralatan dan memperhatikan usia serta kondisi kesehatan bayi. Yang paling penting, peralatan yang digunakan bayi harus dalam keadaan bersih sebelum kembali digunakan dan tidak menyisakan makanan atau susu.

Pada akhirnya, memberikan MPASI bukan hanya tentang memilih makanan yang bergizi, tetapi juga memastikan makanan disiapkan dengan tangan yang bersih dan menggunakan peralatan yang terjaga kebersihannya. Kebiasaan sederhana mencuci dan merawat alat makan serta botol setiap hari dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan bayi. Sumber: Centers for Disease Control and Prevention (CDC), World Health Organization (WHO), dan NHS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....