Telur Dadar atau Telur Ceplok, Mana yang Lebih Sehat? Ini Jawabannya

  • 24 Agt 2026 07:34 WIB
  •  Manokwari
Poin Utama
  • Telur dadar dan ceplok sama-sama bisa sehat.
  • Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah jumlah dan jenis minyak yang digunakan.
  • Telur dadar bisa dibuat lebih bernutrisi dengan tambahan sayuran.

RRI.CO.ID, Manokwari - Telur merupakan salah satu sumber protein yang praktis, murah, dan mudah diolah menjadi berbagai menu, termasuk telur dadar dan telur ceplok. Keduanya pada dasarnya tetap memberikan nutrisi dari telur, sehingga perbedaan utamanya justru banyak dipengaruhi oleh cara memasak dan bahan tambahan yang digunakan. American Heart Association juga menyebut telur sebagai salah satu sumber protein yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Dilansir dari American Heart Association, Kalau dibandingkan dari penggunaan minyak, telur ceplok dengan sedikit minyak bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana karena tidak membutuhkan bahan tambahan seperti telur dadar yang biasanya dicampur garam, daun bawang, atau bahan lainnya. Namun, telur dadar juga bisa tetap sehat apabila dibuat menggunakan sedikit minyak dan tambahan sayuran. Jadi, bukan bentuk dadar atau ceploknya yang menentukan sehat atau tidak, melainkan bagaimana telur tersebut dimasak.

Penggunaan minyak menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika mengolah telur. American Heart Association menyarankan penggunaan minyak nabati cair seperti kanola, zaitun, kedelai, atau bunga matahari sebagai pilihan yang lebih baik dibandingkan lemak padat atau minyak tropis yang tinggi lemak jenuh. Karena itu, baik telur dadar maupun ceplok sebaiknya dimasak dengan minyak secukupnya agar asupan lemak tambahan tidak berlebihan.

Dari sisi kandungan telur, kuning telur memang mengandung kolesterol, tetapi juga menyediakan berbagai nutrisi yang bermanfaat sehingga tidak perlu otomatis dihindari oleh orang sehat. American Heart Association menyatakan bahwa individu sehat dapat memasukkan hingga satu butir telur utuh per hari sebagai bagian dari pola makan sehat, sementara orang dengan gangguan kadar kolesterol perlu lebih berhati-hati. Jadi, memperhatikan jumlah konsumsi dan keseluruhan pola makan tetap lebih penting daripada sekadar memilih dadar atau ceplok.

Jika ingin membuat telur lebih ramah untuk pola makan sehat, gunakan wajan antilengket dan minyak dalam jumlah sedikit. Anda juga bisa menambahkan sayuran seperti tomat, daun bawang, bayam, atau paprika ke dalam telur dadar agar menu menjadi lebih beragam dan bernutrisi. Untuk telur ceplok, hindari memasaknya dengan terlalu banyak minyak atau lemak seperti mentega dan lemak hewani.

Jadi, tidak ada pemenang mutlak antara telur dadar dan telur ceplok karena keduanya bisa menjadi pilihan sehat jika diolah dengan cara yang tepat. Jika tujuan Anda mengurangi minyak dan kalori tambahan, telur ceplok dengan sedikit minyak bisa menjadi pilihan praktis, sedangkan telur dadar bisa unggul dari sisi fleksibilitas karena mudah dipadukan dengan sayuran. Intinya, pilih cara memasak yang minim minyak, batasi garam dan lemak jenuh, serta tetap perhatikan keseimbangan makanan secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....