Erotomania: Seseorang Bisa Yakin Dicintai tanpa Bukti
- 22 Agt 2026 10:49 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Pernah mendengar kisah seseorang yang sangat yakin bahwa seorang selebritas, atasan, tokoh terkenal, atau bahkan orang yang hampir tidak dikenalnya diam-diam jatuh cinta kepadanya? Dalam dunia psikiatri, kondisi ini dikenal sebagai erotomania atau Sindrom De Clérambault.
Publikasi ilmiah yang dimuat dalam International Review of Psychiatry, erotomania adalah gangguan waham (delusi) di mana seseorang memiliki keyakinan kuat bahwa orang lain mencintainya, meskipun tidak ada bukti yang mendukung keyakinan tersebut. Orang yang diyakini jatuh cinta biasanya dianggap memiliki status sosial, ekonomi, atau popularitas yang lebih tinggi.
Kajian yang diterbitkan dalam European Psychiatry, erotomania termasuk kondisi yang relatif jarang terjadi dan sering kali disalahpahami. Penderitanya dapat percaya bahwa orang yang dicintainya mengirimkan pesan-pesan rahasia melalui gestur, media sosial, siaran televisi, atau peristiwa sehari-hari yang sebenarnya tidak memiliki makna khusus.
Kondisi ini pertama kali dijelaskan secara sistematis oleh psikiater Prancis Gaëtan Gatian de Clérambault, sehingga sering disebut sebagai Sindrom De Clérambault. Dalam banyak kasus klasik, penderita meyakini bahwa orang yang menjadi objek delusinya diam-diam mengagumi dan mengejarnya, meskipun kenyataannya tidak demikian.
Menurut berbagai penelitian psikiatri, gejala erotomania tidak sekadar berupa rasa suka atau jatuh cinta biasa. Penderitanya benar-benar percaya bahwa hubungan tersebut nyata. Akibatnya, sebagian dapat melakukan tindakan seperti mengirim pesan berulang kali, mengirim hadiah, berusaha menemui orang yang diyakini mencintainya, atau terus mencari "bukti" untuk memperkuat keyakinan tersebut. Dalam beberapa kasus, perilaku ini dapat berkembang menjadi stalking atau penguntitan.
Para ahli menjelaskan bahwa erotomania dapat muncul sebagai gangguan delusi primer atau menjadi bagian dari kondisi kesehatan mental lain, seperti skizofrenia, gangguan bipolar, atau gangguan psikotik tertentu. Karena itu, diagnosis harus dilakukan oleh tenaga kesehatan jiwa yang kompeten melalui evaluasi menyeluruh.
Dari informasi kesehatan yang dirangkum Verywell Health, penanganan erotomania umumnya melibatkan kombinasi terapi psikologis dan pengobatan antipsikotik untuk membantu mengurangi waham yang dialami pasien. Dukungan keluarga dan lingkungan juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan.
Penting untuk dipahami bahwa erotomania berbeda dengan rasa kagum, crush, atau jatuh cinta sepihak yang umum dialami banyak orang. Pada erotomania, keyakinan bahwa seseorang mencintainya tetap bertahan meskipun telah ada bukti yang jelas bahwa hal tersebut tidak benar.
Pada akhirnya, erotomania menunjukkan bagaimana pikiran manusia dapat membentuk realitas yang terasa begitu nyata bagi penderitanya. Karena itu, memahami kondisi ini tidak hanya penting dari sisi kesehatan mental, tetapi juga untuk menumbuhkan empati terhadap mereka yang mengalaminya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....