Memutus Rantai Malaria Dimulai dari Mencegah Gigitan Nyamuk

  • 21 Agt 2026 19:19 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia dan, apabila tidak segera ditangani, dapat berkembang menjadi malaria berat yang berisiko menyebabkan komplikasi hingga kematian.

Gejala awal malaria umumnya berupa demam, menggigil, sakit kepala, berkeringat, serta tubuh terasa lemah. Gejala tersebut terkadang tampak seperti penyakit demam biasa sehingga pemeriksaan kesehatan menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah endemis malaria.

Penularan malaria tidak terjadi melalui kontak biasa antarmanusia. Rantai penularan terutama terjadi ketika nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit menggigit manusia. Karena itu, perlindungan dari gigitan nyamuk menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah malaria.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu saat tidur, menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari jika tidak diperlukan, mengenakan pakaian yang menutup tubuh, serta menggunakan losion antinyamuk. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan masyarakat segera melakukan pemeriksaan darah apabila mengalami demam setelah berada di daerah endemis malaria.

Hal inilah yang menjadi pembahasan dalam program Obrolan Siang Pro 1 RRI Manokwari dengan tema “Memutus Rantai Malaria dari Gigitan Nyamuk.”

Dalam obrolan yang berlangsung melalui sambungan telepon atau by phone, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Frans Abidondifu, SKM., M.Epid, memberikan penjelasan mengenai malaria serta langkah-langkah yang perlu dilakukan masyarakat untuk mencegah penularannya.

Selain melindungi diri dari gigitan nyamuk, masyarakat juga perlu segera mencari pertolongan tenaga kesehatan ketika mengalami gejala yang mengarah pada malaria. Diagnosis dan pengobatan yang cepat tidak hanya penting bagi keselamatan pasien, tetapi juga membantu mengurangi risiko penularan lebih lanjut.

Di wilayah Indonesia bagian timur, malaria masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Data Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-7 tahun 2026 menunjukkan kasus malaria masih didominasi wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua dan Papua Barat.

Melalui edukasi dan keterlibatan masyarakat, upaya memutus rantai malaria diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama. Mencegah gigitan nyamuk, mengenali gejala, melakukan pemeriksaan sedini mungkin, dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi langkah penting dalam pengendalian malaria.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....