Musim Kemarau, Jangan Sembarangan Membakar Sampah
- 12 Agt 2026 17:55 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Musim kemarau biasanya ditandai dengan cuaca yang lebih panas, udara yang lebih kering, dan berkurangnya curah hujan. Kondisi seperti ini membuat kita perlu lebih berhati-hati terhadap penggunaan api, termasuk kebiasaan membakar sampah di halaman rumah.
Membakar sampah mungkin terlihat sebagai cara cepat untuk mengurangi tumpukan sampah. Namun, ketika dilakukan pada musim kemarau, api dapat lebih mudah menjalar ke rumput, daun kering, lahan kosong, atau bahkan mendekati permukiman.
Tidak hanya berisiko menyebabkan kebakaran, asap dari pembakaran sampah juga dapat mengganggu kualitas udara. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa pembakaran sampah secara terbuka menghasilkan berbagai polutan yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan. Paparan asap tersebut dapat menyebabkan batuk, iritasi, hingga gangguan pada saluran pernapasan. (Organisasi Kesehatan Dunia)
Masalahnya semakin serius jika sampah yang dibakar mengandung plastik, karet, bahan kimia, atau material lainnya. Pembakaran yang tidak terkendali dapat menghasilkan campuran polutan berbahaya dan menyebarkannya ke udara di sekitar kita.
Asap juga tidak hanya mengganggu orang yang sedang membakar sampah. Tetangga, anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki masalah pernapasan dapat ikut terpapar. Karena itu, membakar sampah di lingkungan permukiman bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi juga dapat berdampak kepada orang lain.
Lalu, bagaimana cara mengelola sampah tanpa membakarnya?
Kita bisa memulainya dengan memilah sampah dari rumah. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat diolah menjadi kompos. Sementara sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah untuk digunakan kembali atau disalurkan melalui bank sampah dan sistem daur ulang.
WHO juga merekomendasikan pengurangan sampah, pemilahan, penggunaan kembali, daur ulang, serta penghentian pembakaran sampah secara terbuka sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang lebih aman. (Organisasi Kesehatan Dunia)
Musim kemarau seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk semakin berhati-hati menggunakan api. Jangan karena ingin cepat membersihkan halaman, kita justru menimbulkan masalah baru berupa kebakaran dan pencemaran udara.
Mulai sekarang, jangan membakar sampah sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering. Kelola sampah dengan cara yang lebih aman, jaga lingkungan sekitar, dan pastikan udara yang kita hirup tetap bersih.
Karena menjaga lingkungan bukan hanya tentang membuat halaman terlihat bersih, tetapi juga memastikan lingkungan tersebut tetap aman dan sehat untuk kita semua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....