Baby Bottle Tooth Decay, Ancaman Tersembunyi di Balik Kebiasaan Minum Susu dari Bot
- 07 Agt 2026 07:52 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Banyak orang tua menganggap kebiasaan bayi tertidur sambil mengisap botol susu sebagai hal yang wajar. Padahal, para ahli kesehatan gigi memperingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko Baby Bottle Tooth Decay (BBTD) atau kerusakan gigi akibat penggunaan botol susu.
Menurut American Dental Association (ADA) melalui MouthHealthy, Baby Bottle Tooth Decay merupakan bentuk kerusakan gigi yang sering terjadi pada bayi dan balita akibat paparan cairan yang mengandung gula dalam waktu lama pada gigi. Kondisi ini juga dikenal sebagai Early Childhood Caries (ECC) atau karies gigi usia dini.
Kerusakan gigi ini umumnya menyerang gigi depan bagian atas terlebih dahulu. Penyebab utamanya adalah kebiasaan anak tidur sambil membawa botol berisi susu, susu formula, jus, atau minuman manis lainnya. Saat anak tertidur, cairan yang mengandung gula akan menempel lebih lama pada permukaan gigi dan menjadi makanan bagi bakteri penyebab gigi berlubang.
Menurut Illinois Department of Public Health, bahkan susu formula dan ASI tetap mengandung gula alami yang dapat berkontribusi terhadap pembentukan karies apabila terus-menerus mengenai gigi dalam waktu yang lama. Risiko meningkat ketika bayi sering menggunakan botol sebagai penenang atau dibiarkan minum dari botol sepanjang hari.
Gejala awal Baby Bottle Tooth Decay sering kali tidak disadari orang tua. Berdasarkan informasi dari HealthHub Pediatric Care, tanda pertama biasanya berupa bercak putih di dekat garis gusi. Jika tidak ditangani, bercak tersebut dapat berubah menjadi warna kuning atau cokelat, kemudian berkembang menjadi lubang pada gigi yang menimbulkan rasa nyeri.
Selain kebiasaan tidur dengan botol, bakteri penyebab gigi berlubang juga dapat berpindah dari orang tua atau pengasuh kepada bayi melalui air liur. American Dental Association menjelaskan bahwa penggunaan sendok makan bersama, membersihkan empeng dengan mulut, atau kebiasaan mencicipi makanan bayi menggunakan sendok yang sama dapat memindahkan bakteri penyebab karies ke dalam mulut anak.
Pencegahan Baby Bottle Tooth Decay sebenarnya dapat dilakukan sejak dini. American Academy of Pediatrics melalui HealthyChildren.org menyarankan agar bayi tidak dibiasakan tidur sambil mengisap botol. Orang tua juga dianjurkan membersihkan gusi bayi setelah menyusu dan mulai menyikat gigi ketika gigi pertama tumbuh menggunakan pasta gigi berfluorida sesuai usia anak.
Selain itu, para ahli menyarankan agar anak mulai diperkenalkan menggunakan cangkir atau gelas sejak usia sekitar enam bulan dan secara bertahap menghentikan penggunaan botol pada usia satu tahun. Langkah ini tidak hanya membantu menjaga kesehatan gigi, tetapi juga mendukung perkembangan oral anak.
Penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia bahkan menemukan bahwa frekuensi penggunaan botol susu menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya Baby Bottle Tooth Decay pada anak usia dini di Indonesia.
Meski gigi susu bersifat sementara, keberadaannya sangat penting untuk membantu anak mengunyah, berbicara, serta menjaga ruang bagi pertumbuhan gigi permanen di masa depan. Karena itu, menjaga kesehatan gigi sejak usia dini merupakan investasi penting bagi kesehatan anak dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....