Pengaruh Gadget terhadap Kinerja dan Kesehatan Otak

  • 24 Jul 2026 18:25 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Memperingati Hari Otak Sedunia (World Brain Day) 22 Juli 2026, RRI Manokwari menggelar dialog interaktif bertajuk "Pengaruh Gadget terhadap Kinerja dan Kesehatan Otak", menghadirkan dua narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B., FINACS, dan Dokter Spesialis Saraf RSUD Provinsi Papua Barat dan RS Bhayangkara, dr. Adelheid L.E. Rumbiak, Sp.N., AIFO-K., DAIFIDN.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan otak di tengah pesatnya penggunaan perangkat digital. Peringatan Hari Otak Sedunia tahun 2026 mengusung semangat pemerataan akses terhadap kesehatan otak bagi seluruh masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengatakan penggunaan gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa pengaturan waktu dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun fungsi otak.

Menurutnya, kebiasaan menatap layar dalam waktu lama dapat mengurangi kualitas tidur, menurunkan konsentrasi, serta memengaruhi produktivitas, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan otak.

"Teknologi bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi harus digunakan secara bijak. Orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak, sementara setiap individu perlu membatasi waktu penggunaan layar agar otak memiliki kesempatan untuk beristirahat," ujarnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Saraf, dr. Adelheid L.E. Rumbiak, menjelaskan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dapat memengaruhi fungsi kognitif apabila disertai kurang tidur, minim aktivitas fisik, dan berkurangnya interaksi sosial secara langsung.

Ia menegaskan bahwa otak membutuhkan keseimbangan antara aktivitas mental, istirahat yang cukup, olahraga, serta pola makan sehat untuk tetap bekerja secara optimal. Penggunaan perangkat digital yang tidak terkendali juga dapat meningkatkan risiko stres, kelelahan mental, hingga gangguan konsentrasi.

"Gunakan gadget sesuai kebutuhan, terapkan jeda saat menggunakan layar, tetap aktif bergerak, dan pastikan waktu tidur terpenuhi. Langkah-langkah sederhana ini sangat membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang," jelasnya.

Dalam dialog tersebut, kedua narasumber juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Otak Sedunia sebagai pengingat bahwa kesehatan otak merupakan investasi penting sepanjang hayat. Selain membatasi penggunaan gadget, masyarakat diimbau memperbanyak aktivitas fisik, membaca, bersosialisasi, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala apabila mengalami keluhan yang berkaitan dengan fungsi saraf.

Melalui edukasi seperti ini, diharapkan masyarakat Papua Barat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini agar mampu tetap produktif, kreatif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....