Pemkab Manokwari Perkuat Kolaborasi Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah
- 15 Jul 2026 15:54 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari – Pemerintah Kabupaten Manokwari memperkuat komitmen pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) melalui Pertemuan Advokasi, Koordinasi, dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Dukungan Lintas Sektor yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi agar cakupan imunisasi anak sekolah dapat tercapai secara optimal.
Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, saat membuka kegiatan mengatakan keberhasilan program BIAS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sektor pendidikan, pemerintah distrik dan kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, media hingga orang tua.
"Anak-anak adalah investasi terbesar bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi merupakan tanggung jawab kita bersama," ujar Mugiyono.
Menurutnya, program BIAS merupakan upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada anak usia sekolah dari berbagai penyakit berbahaya seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan penyakit lain yang termasuk dalam program imunisasi nasional. Ia mengajak seluruh kepala sekolah mendukung pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolah serta para guru menjadi penyambung informasi yang benar kepada orang tua mengenai pentingnya imunisasi.
Mugiyono mengakui masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang ragu terhadap imunisasi akibat beredarnya informasi yang tidak benar. Karena itu, kegiatan advokasi dan sosialisasi dinilai penting agar masyarakat memperoleh pemahaman berdasarkan ilmu pengetahuan dan bukti ilmiah.
"Jangan sampai ada anak di Kabupaten Manokwari kehilangan kesempatan memperoleh perlindungan kesehatan hanya karena kurang mendapatkan informasi yang tepat. Imunisasi adalah ikhtiar untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang selama ini melaksanakan pelayanan imunisasi di sekolah. Menurutnya, pelayanan yang profesional, ramah, dan sesuai standar akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi pemerintah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, menjelaskan bahwa BIAS merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang sangat penting karena kekebalan yang diperoleh anak saat bayi perlu diperkuat kembali melalui imunisasi lanjutan atau booster ketika memasuki usia sekolah dasar.
"BIAS bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Anak-anak yang sehat akan menjadi pelajar yang cerdas, produktif, dan kelak menjadi generasi penerus yang tangguh bagi Kabupaten Manokwari," ujarnya.
Alexander mengatakan pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah, kepala puskesmas, penanggung jawab imunisasi, kepala sekolah, TP PKK, serta unsur terkait lainnya. Kegiatan diisi dengan pemaparan materi, diskusi kelompok, penyusunan rencana tindak lanjut, hingga penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung pelaksanaan BIAS di Kabupaten Manokwari.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat sehingga pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah tahun 2026 berjalan optimal dan mampu meningkatkan perlindungan kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....