Laktosa Intoleran: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

  • 30 Jun 2026 18:46 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID,Manokwari - Laktosa intoleran adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya, seperti keju, yogurt, dan es krim. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan enzim laktase, yaitu enzim yang berfungsi memecah laktosa di dalam usus halus.

Akibatnya, laktosa yang tidak tercerna akan masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri, sehingga menimbulkan berbagai keluhan pada saluran pencernaan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami laktosa intoleran antara lain.

  1. Penurunan Produksi Enzim Laktase

    Seiring bertambahnya usia, produksi enzim laktase pada sebagian orang dapat menurun. Kondisi ini merupakan penyebab paling umum dari laktosa intoleran.

  2. Faktor Genetik

    Pada beberapa orang, kemampuan menghasilkan enzim laktase memang lebih rendah karena faktor keturunan.

  3. Gangguan pada Usus Halus

    Penyakit atau kerusakan pada usus halus, seperti infeksi usus, penyakit celiac, atau penyakit radang usus, dapat mengurangi produksi enzim laktase.

  4. Laktosa Intoleran Kongenital

    Meski jarang terjadi, ada bayi yang lahir dengan kondisi tidak mampu memproduksi enzim laktase sama sekali.

    Gejala Laktosa Intoleran biasanya muncul dalam waktu 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.

    Beberapa gejala yang sering dialami antara lain:

  • Perut kembung
  • Sakit atau kram perut
  • Diare
  • Mual
  • Perut bergas atau sering buang angin
  • Bunyi gemuruh pada perut

    Tingkat keparahan gejala dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jumlah laktosa yang dikonsumsi dan kemampuan tubuh memproduksi enzim laktase.

    Untuk Mendiagnosis Laktosa Intoleran Dokter dapat menegakkan diagnosis melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes toleransi laktosa
  • Tes napas hidrogen
  • Pemeriksaan keasaman feses, terutama pada bayi dan anak-anak
  • Diet eliminasi untuk melihat respons tubuh terhadap penghentian konsumsi laktosa

    Laktosa intoleran tidak selalu memerlukan pengobatan khusus. Penanganannya lebih difokuskan pada pengaturan pola makan.

  1. Batasi Konsumsi Produk Susu

    Penderita dapat mengurangi atau menghindari makanan yang mengandung laktosa, seperti susu sapi, es krim, dan beberapa jenis keju.

  2. Pilih Produk Bebas Laktosa

    Saat ini banyak tersedia susu dan produk olahan bebas laktosa yang lebih aman dikonsumsi.

  3. Konsumsi dalam Porsi Kecil

    Sebagian penderita masih dapat mengonsumsi produk susu dalam jumlah sedikit tanpa menimbulkan gejala.

  4. Gunakan Suplemen Enzim Laktase

    Suplemen enzim laktase dapat membantu tubuh mencerna laktosa sebelum mengonsumsi makanan berbahan dasar susu. Penggunaannya sebaiknya sesuai anjuran tenaga kesehatan.

  5. Penuhi Kebutuhan Kalsium dan vitamin D dari Sumber Lain

    Jika harus menghindari produk susu, kebutuhan kalsium dapat dipenuhi dari makanan seperti:

  • Ikan sarden
  • Brokoli
  • Bayam
  • Tahu
  • Tempe
  • Kacang-kacangan
  • Susu nabati yang diperkaya kalsium.

    Segera konsultasikan ke dokter jika gejala pencernaan berlangsung terus-menerus, disertai penurunan berat badan, diare berkepanjangan, atau muncul darah pada tinja. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.

    Laktosa intoleran adalah gangguan pencernaan akibat tubuh tidak mampu mencerna laktosa secara optimal karena kekurangan enzim laktase. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan mengenali pemicu dan mengatur pola makan yang tepat, penderita tetap dapat menjalani hidup sehat dan nyaman. ( halodoc )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....