Terlalu Baik Bisa Jadi Masalah

  • 11 Mei 2026 12:46 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pernahkah kamu merasa sulit menolak permintaan orang lain, takut membuat orang kecewa, atau selalu berusaha menyenangkan semua orang meski diri sendiri lelah? Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan istilah people pleaser syndrome atau kebiasaan berlebihan untuk menyenangkan orang lain.

Meski bukan diagnosis medis resmi, people pleasing menggambarkan pola perilaku seseorang yang cenderung mengutamakan kebutuhan orang lain dibanding dirinya sendiri demi mendapatkan penerimaan atau menghindari konflik.

Mengutip penjelasan dari Alodoc.id, seseorang yang memiliki kecenderungan people pleaser biasanya sulit berkata “tidak”, merasa bersalah ketika menolak bantuan, dan terlalu memikirkan pendapat orang lain terhadap dirinya.

Sekilas perilaku ini terlihat positif karena menunjukkan empati dan kepedulian. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental. Banyak people pleaser merasa kelelahan emosional, stres, kehilangan batasan pribadi, bahkan sulit mengenali kebutuhan dirinya sendiri.

Menurut Psychology Today⁠, kebiasaan ini sering terbentuk sejak kecil, misalnya karena pola asuh tertentu, pengalaman traumatis, atau keinginan kuat untuk diterima lingkungan. Akibatnya, seseorang terbiasa mengorbankan kenyamanan pribadi demi menghindari penolakan atau konflik.

Beberapa tanda seseorang memiliki kecenderungan people pleasing antara lain selalu berkata “iya” meski sebenarnya keberatan, takut dianggap jahat ketika menolak, sering meminta maaf secara berlebihan, dan merasa harga dirinya bergantung pada penilaian orang lain.

Sementara itu, Harvard Health Publishing⁠ menjelaskan bahwa membangun batasan sehat atau healthy boundaries menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental. Belajar mengatakan “tidak” secara sopan dan memprioritaskan kebutuhan diri bukan berarti egois, tetapi bagian dari menjaga keseimbangan hidup.

Pakar kesehatan mental menilai bahwa membantu orang lain tetap penting, namun seseorang juga perlu memperhatikan kondisi emosinya sendiri. Menyenangkan semua orang secara terus-menerus justru dapat membuat seseorang kehilangan energi dan identitas dirinya.

Masyarakat diimbau mulai mengenali batas kemampuan diri dan tidak merasa bersalah ketika menolak sesuatu yang memang di luar kapasitas. Kesehatan mental yang baik dimulai dari kemampuan menghargai diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....