Takut Ketinggian Bisa Ganggu Kehidupan

  • 07 Mei 2026 21:06 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Rasa takut saat berada di tempat tinggi merupakan hal yang umum dialami banyak orang. Namun, jika ketakutan tersebut muncul berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi itu dapat disebut acrophobia atau fobia ketinggian.

Mengutip penjelasan dari laman Cleveland Clinic⁠, acrophobia adalah gangguan kecemasan yang membuat seseorang mengalami ketakutan ekstrem terhadap ketinggian. Penderitanya bisa merasa panik saat berada di gedung tinggi, jembatan, tangga, bahkan hanya melihat pemandangan dari tempat tinggi.

Gejala yang muncul tidak hanya berupa rasa takut, tetapi juga dapat disertai pusing, gemetar, sesak napas, detak jantung cepat, mual, hingga keinginan kuat untuk segera turun atau menghindari tempat tinggi.

Menurut penjelasan dari Mayo Clinic⁠, fobia termasuk salah satu jenis gangguan kecemasan yang dapat berkembang akibat pengalaman traumatis, faktor genetik, atau respons otak terhadap rasa takut. Dalam beberapa kasus, penderita menyadari ketakutannya berlebihan, tetapi tetap sulit mengendalikan reaksi tersebut.

Acrophobia dapat berdampak pada kehidupan sosial maupun pekerjaan seseorang. Beberapa penderita bahkan menghindari bepergian dengan pesawat, naik lift, atau mengunjungi tempat tertentu karena takut mengalami kepanikan.

Mengacu pada informasi dari National Health Service (NHS) Inggris⁠, penanganan fobia dapat dilakukan melalui terapi psikologis seperti cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif. Terapi ini membantu penderita mengubah pola pikir negatif dan mengurangi respons takut secara bertahap.

Selain terapi, latihan relaksasi dan pengelolaan stres juga dinilai membantu mengurangi kecemasan. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting agar penderita merasa aman selama menjalani proses pemulihan.

Pakar kesehatan mental mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh fobia karena kondisi tersebut nyata dan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika ketakutan mulai menghambat aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional sangat dianjurkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....