Cara Aman Menggendong Bayi Baru Lahir
- 29 Apr 2026 23:18 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Menggendong bayi baru lahir membutuhkan perhatian khusus karena tubuhnya masih sangat rapuh. Posisi kepala dan leher bayi harus selalu ditopang dengan baik, sebab otot leher belum cukup kuat untuk menahan berat kepala. Menggendong dengan cara yang benar tidak hanya menjaga keamanan fisik bayi, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Dilansir dari berbagai sumber, sebelum menggendong, pastikan tangan dalam keadaan bersih dan posisi tubuh stabil. Hindari menggendong bayi saat sedang terburu-buru, lelah, atau mengantuk. Saat mengangkat bayi, letakkan satu tangan di bawah kepala dan leher, sementara tangan lainnya menopang bokong atau punggung bawah. Angkat bayi perlahan hingga tubuhnya sejajar dengan dada, pastikan kepala tidak terkulai ke belakang. Posisi ini menjaga tulang belakang bayi tetap lurus dan aman.
Gunakan gendongan ergonomis bila diperlukan. Gendongan jenis ini dirancang untuk mendukung posisi alami tubuh bayi, terutama bentuk kaki menyerupai huruf “M”. Posisi tersebut membantu perkembangan tulang panggul dan mencegah dislokasi. Pastikan wajah bayi selalu terlihat dan tidak tertutup kain atau dada penggendong agar saluran napas tetap terbuka.
Hindari posisi yang salah seperti membungkuk bayi terlalu dalam atau menekuk tubuhnya. Posisi yang tidak tepat dapat menyebabkan tekanan pada tulang belakang dan mengganggu pernapasan. Bayi harus digendong dengan punggung lurus, kepala sejajar dengan tubuh, dan tubuh menempel lembut di dada penggendong.
Menggendong dengan benar membuat bayi merasa aman dan tenang. Sentuhan lembut dan posisi yang nyaman membantu bayi mengenali detak jantung orang tua, menciptakan rasa kedekatan yang menenangkan. Dengan teknik yang tepat, kegiatan menggendong menjadi momen penuh kasih yang mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....