Memahami Alasan Remaja Rentan Terhadap Narkoba
- 06 Apr 2026 20:40 WIB
- Manokwari
Poin Utama
- Remaja secara psikologis berada dalam kondisi yang labil karena sedang berada dalam masa pencarian jati diri
- Remaja memiliki dorongan alami untuk mencoba hal-hal baru yang dianggap menarik atau sedang viral di lingkungan mereka
- Demi rasa solidaritas dan ketakutan akan dikucilkan, banyak remaja yang akhirnya terpaksa ikut-ikutan mengonsumsi zat terlarang tersebut
- Sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketahanan diri remaja
RRI.CO.ID, Manokwari - Dalam dialog interaktif di Programa 2 RRI Manokwari, Kak Tanti selaku Penyuluh Narkoba Ahli Muda menyoroti bahwa masa remaja adalah fase yang sangat krusial. Remaja secara psikologis berada dalam kondisi yang labil karena sedang berada dalam masa pencarian jati diri. Ketidaksiapan mental ini membuat mereka sering kali kesulitan untuk membedakan mana keputusan yang akan berdampak baik atau buruk bagi masa depan mereka, terutama di tengah gempuran tren gaya hidup modern yang serba cepat.
Faktor rasa penasaran yang tinggi juga menjadi pemicu utama kerentanan ini. Remaja memiliki dorongan alami untuk mencoba hal-hal baru yang dianggap menarik atau sedang viral di lingkungan mereka. Sayangnya, jika rasa penasaran ini tidak dibarengi dengan pengendalian diri yang kuat, mereka akan sangat mudah terjerumus untuk mencoba narkoba jenis baru hanya karena ingin menuntaskan rasa ingin tahu tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjangnya.
| Baca juga: Panduan Screen Time Anak Berdasarkan Usia |
Selain faktor internal, tekanan dari lingkungan pergaulan atau peer pressure memegang peranan yang sangat signifikan. Ada kebutuhan mendalam pada diri remaja untuk diakui dan diterima oleh kelompoknya. Sering kali, narkoba atau perilaku merokok dijadikan standar "keren" atau syarat untuk masuk dalam sebuah geng. Demi rasa solidaritas dan ketakutan akan dikucilkan, banyak remaja yang akhirnya terpaksa ikut-ikutan mengonsumsi zat terlarang tersebut.
Kondisi semakin diperparah apabila remaja berada di bawah tekanan atau stres yang tidak terkelola dengan baik. Berbeda dengan orang dewasa yang cenderung lebih stabil, remaja sering kali merasa kewalahan menghadapi berbagai masalah, mulai dari konflik di keluarga, tekanan akademis di sekolah, hingga persoalan pertemanan. Tanpa kemampuan manajemen masalah yang mumpuni, mereka cenderung mengikuti intuisi sesaat untuk mencari pelarian yang dianggap instan dan nyaman.
Penyalahgunaan narkoba di usia remaja sangat berbeda dampaknya dibandingkan dengan usia dewasa. Pada usia dewasa, seseorang biasanya sudah memiliki kesadaran penuh akan kebutuhan dan risiko tindakannya. Namun bagi remaja, penggunaan narkoba sering kali merupakan bentuk pelarian dari ketidakmampuan mendefinisikan masalah hidupnya sendiri. Ketidakstabilan emosi inilah yang membuat siklus ketergantungan pada remaja jauh lebih berbahaya dan sulit untuk diputus jika sudah terlanjur basah.
Sebagai penutup, sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketahanan diri remaja. Memberikan edukasi yang tepat mengenai bahaya narkoba serta ruang bagi mereka untuk mengekspresikan jati diri secara positif adalah kunci utama. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan remaja tidak lagi melihat narkoba sebagai solusi atau simbol keren, melainkan sebagai ancaman nyata yang harus dijauhi demi masa depan yang gemilang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....