Gangguan Kepribadian Ambang dan Dampaknya

  • 03 Mar 2026 20:12 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Borderline Personality Disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi, pola hubungan yang intens namun tidak stabil, serta citra diri yang berubah-ubah. Kondisi ini sering kali membuat penderitanya mengalami gejolak perasaan yang ekstrem dalam waktu singkat.

Secara medis, Borderline personality disorder termasuk dalam kelompok gangguan kepribadian yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku dalam jangka panjang.

Gejala yang perlu diwaspadai dan beberapa tanda umum BPD antara lain:

Perubahan suasana hati yang sangat cepat

Ketakutan berlebihan akan ditinggalkan. Hubungan interpersonal yang intens dan tidak stabil, Impulsif, seperti belanja berlebihan atau perilaku berisiko.

Perasaan kosong yang berkepanjangan

Ledakan marah yang sulit dikendalikan. Pada sebagian kasus, penderita juga dapat mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau kecenderungan bunuh diri, sehingga membutuhkan perhatian serius dan penanganan profesional.

Faktor Penyebab:

Hingga kini, penyebab pasti BPD belum diketahui secara tunggal. Namun, sejumlah faktor diyakini berperan, seperti:

Trauma masa kecil, termasuk kekerasan atau penelantaran, Faktor genetik, Ketidakseimbangan zat kimia di otak, Pola pengasuhan yang tidak kkonsistenKombinasi, faktor biologis dan lingkungan sering kali menjadi latar belakang munculnya gangguan ini.

Dampak dalam Kehidupan Sehari-hari:

Penderita BPD kerap mengalami kesulitan menjaga hubungan pertemanan, keluarga, maupun pasangan. Perubahan emosi yang drastis dapat memicu konflik, sementara rasa takut ditinggalkan membuat hubungan menjadi tidak sehat.

Di lingkungan kerja atau pendidikan, kondisi ini juga dapat memengaruhi konsentrasi, pengambilan keputusan, serta stabilitas performa.

Penanganan dan Harapan Pemulihan:

Kabar baiknya, BPD dapat ditangani melalui terapi psikologis. Salah satu metode yang efektif adalah dialectical behavior therapy (DBT), yang membantu penderita mengelola emosi dan meningkatkan keterampilan interpersonal. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat meresepkan obat untuk membantu mengatasi gejala tertentu seperti depresi atau kecemasan.

Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting dalam proses pemulihan. Edukasi tentang kesehatan mental perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak lagi memberikan stigma kepada penderita gangguan kepribadian.

Gangguan kepribadian ambang bukanlah bentuk kelemahan karakter. Ini adalah kondisi medis yang membutuhkan empati, pemahaman, dan pendampingan profesional. Dengan penanganan yang tepat, penderita tetap memiliki peluang besar untuk menjalani kehidupan yang lebih stabil dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....