Tips Sehat Konsumsi Gorengan

  • 27 Feb 2026 21:11 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Siapa yang tidak kita kenal dengan cemilan yang satu ini. Gorengan adalah salah satu jajanan yang dapat kita temukan di berbagai tempat di indonesia. Gorengan adalaha berbagai jenis makanan yang dicelupi adonan tepung dan kemudian digoreng dengan minyak panas. Tekstur yang renyah dan rasanya yang gurih membuat kita jarang sekali melewatikannya di berbagai kesempatan.

Harganya juga yang terjangkau dan cara pembuatannya yang mudah menjadi salah satu alasan banyak orang mencarinya, dan banyak orang juga yang membuka usaha gorengan di berbgai tempat. Gorengan tidak hanya nikmat dimakan langsung namun juga bisa menjadi pendamping berbagai macam makanan, sehingga kita bisa menemukan gorengan tidak hanya dipinggir jalan tetapi di beberapa rumah makan.

Tips Sehat Konsumsi Gorengan

Penggunaan minyak yang tepat saat proses mengoreng, menjadi salah satu cara agar terhindar dari efek negatif dalam mengkonsumsi gorengan. Ada berbagai jenis minyak yang dapat digunakan:

Minyak kelapa sawit (Palm Oil) adalah minyak yang sering digunakan oleh banyak orang. Minyak ini diperoleh dari buah sawit yang dibudidayakan di daerah tropis, sehingga tidak jarang kita banyak menemukannya di wilayah Indonesia. Minyak kelapa sawit yang dikonsumsi sebagai minyak goreng tersedia dengan berbagai merek maupun tidak bermerek dikenal dengan minyak curah.

Minyak kelapa sawit memiliki kandungan asam lemak jenuh yang tinggi, sehingga secara nutrisi mudah teroksidasi. Namun minyak ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat karena harganya yang terjangkau, dan produksinya cukup melimpah.

oreng menjadi salah satu cara agar terhindar dari efek negatif dalam mengkonsumsi gorengan. Ada berbagai jenis minyak yang dapat digunakan dalam menggoreng.

Minyak kelapa sawit (Palm Oil) adalah minyak yang sering digunakan oleh banyak orang. Minyak ini diperoleh dari buah sawit yang dibudidayakan di daerah tropis, sehingga tidak jarang kita banyak menemukannya di wilayah Indonesia. Minyak kelapa sawit yang dikonsumsi sebagai minyak goreng tersedia dengan berbagai merek maupun tidak bermerek dikenal dengan minyak curah.

Minyak kelapa sawit memiliki kandungan asam lemak jenuh yang tinggi, sehingga secara nutrisi mudah teroksidasi. Namun minyak ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat karena harganya yang terjangkau, dan produksinya cukup melimpah.

Minyak zaitun (Olive Oil) adalah minyak yang diekstrasi dari buah zaitun. Minyak ini memiliki kandungan asam lemak jenuh yang rendah, jadi memiliki nilai nutrisional yang lebih baik. Minyak ini juga baik untuk proses penggorengan karena memiliki titik cair yang rendah yang berarti mudah disimpan pada suhu yang lebih rendah.

Sekitar 24 persen minyak zaitun terdiri dari lemak jenuh, omega 6, dan asam lemak omega 3. Asam oleat pada minyak zaitun ini diyakini dapat membantu mengurangi peradangan. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa minyak zaitun memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan, diantaranya dapat menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL), mencegah penyakit jantung, membantu mengontrol tekanan darah, mencegah kanker, mencegah stroke, dan membantu mencegah obesitas.

Namun, minyak zaitun jarang menjadi pilihan masyarakat luas karena harganya yang cukup mahal. Ada beberapa jenis minyak lain yang dapat digunakan seperti minyak kelapa (Coconut Oil), minyak kanola, sunflower oil, dan sebagainya. Penggunaan minyak yang lebih sehat dapat menjadi pilihan yang tepat bagi Sobat Peekay yang suka sekali mengkonsumsi gorengan. Borges Olive Oil dapat menjadi salah satu pilihan sehat Sobat Peekay dalam menggoreng.

  1. Hal yang juga tak kalah penting dalam meminimalisir bahaya dari makanan yang digoreng adalah dengan menghindari penggunaan minyak secara berulang. Lebih disarankan, minyak hanya digunakan sekali pakai dalam menggoreng.
  2. Suhu menggoreng penting untuk diperhatikan, karena suhu minyak terlalu tinggi bisa merusak minyak dan menghasilkan radikal bebas yang berpengaruh buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Agar minyak tidak menyerap ke dalam makanan yang digoreng, disarankan untuk menggoreng makanan pada suhu 176–190°C.
  3. Setelah menggoreng atau sebelum mengkonsumsi gorengan, disarankan pula untuk meniriskan makanan dengan tisu kertas agar minyak yang berlebih pada permukaan makanan dapat diserap.

Meskipun gorengan dapat menjadi hidangan yang lezat dan menggugah selera, penting untuk mengonsumsinya dengan bijak. Dengan memperhatikan penggunaan minyak yang tepat, suhu penggorengan yang benar, dan mengurangi minyak berlebih, kita dapat mengkonsumsi gorengan dengan lebih sehat. Tetaplah mengonsumsi gorengan secara terbatas sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan beragam, serta selalu memperhatikan asupan nutrisi yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....