Nakes Bintuni Didorong Bersertifikasi lewat Jalur RPL
- 27 Feb 2026 18:58 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni - Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni komitmen merealisasikan visi misi SERASI Bupati dan Wakil Bupati dalam meningkatkan kapasitas SDM daerah yang Andal. Kali ini, pihaknya melaksanakan program kuliah jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi tenaga kesehatan.
Sebanyak 185 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Teluk Bintuni akan mengikuti program kuliah jalur RPL di Universitas Kadiri, Jawa Timur. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Program RPL merupakan mekanisme yang memungkinkan seseorang memperoleh pengakuan atas pengalaman kerja, kompetensi, dan pembelajaran yang telah dimiliki sebelumnya untuk dikonversi ke dalam sistem pendidikan formal. Melalui skema ini, para tenaga kesehatan dapat melanjutkan pendidikan secara lebih efektif tanpa mengurangi kualitas akademik.

Kerja sama ini terjalin antara Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan Universitas Kadiri, dengan pelaksanaan teknis melibatkan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Zakarias Ogoney, menjelaskan bahwa dari total 185 peserta, sebanyak 74 orang mengambil kualifikasi Perawat dan 111 orang memilih kualifikasi Bidan.
“Dari 74 orang kualifikasi Perawat, saat ini yang sudah S-1 ada 66 orang dan latar belakang pendidikan profesi 8 orang. Untuk Bidan, yang S-1 sebanyak 55 orang dan gelar profesi 56 orang,” Ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Teluk Bintuni, Hendry Donal Kapuangan, menegaskan bahwa program RPL merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil, distrik pesisir, dan pedalaman yang menjadi karakteristik daerah tersebut.
“Kita menyadari bahwa tenaga perawat dan bidan adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Program ini membuka kesempatan bagi mereka yang telah lama mengabdi untuk meningkatkan kualifikasi secara terstruktur dan diakui secara akademik,” Katanya.
Menurut Hendry, peningkatan kualifikasi dari D3 ke S1 hingga Program Profesi bukan sekadar mengejar gelar akademik, melainkan investasi jangka panjang bagi mutu layanan kesehatan di Teluk Bintuni. Seluruh biaya pendidikan dalam program ini ditanggung oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga.
Pemerintah daerah juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Ke depan, diharapkan semakin banyak tenaga kesehatan di Teluk Bintuni yang memiliki kualifikasi S1 dan profesi. Hal ini diyakini dapat menurunkan angka kesakitan serta kematian ibu dan anak, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
“Mari bersama kita mewujudkan Teluk Bintuni Sehat, Energik, Religius, Andal menuju masyarakat yang Smart dan Inovatif,” Tutup Hendry.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....