JKN Beri Kepastian Biaya Pasien Penyakit Kronis

  • 26 Feb 2026 16:52 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui jaminan pembiayaan layanan kesehatan yang komprehensif. Perlindungan tersebut mencakup penanganan berbagai penyakit, termasuk pengobatan jangka panjang akibat kondisi kronis.

Manfaat program ini dirasakan oleh Merry Mananohas (29), seorang karyawan swasta di Manokwari yang terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) melalui perusahaan tempatnya bekerja. Merry didiagnosis mengalami thyrotoxicosis hyperthyroidism, yakni kondisi akibat kadar hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh.

Ia menuturkan gejala awal yang dirasakan berupa jantung berdebar, penurunan berat badan meski nafsu makan meningkat, tangan kerap gemetar, serta sulit tidur. Kondisi tersebut sempat membuatnya khawatir.

“Saya sempat menunda pemeriksaan karena mengira hanya kelelahan akibat pekerjaan. Namun, ketika keluhan semakin parah dan tidak kunjung membaik, saya akhirnya memutuskan untuk segera menuju Instalasi Gawat Darurat rumah sakit guna memperoleh penanganan medis,” jelas Merry.

Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan tes laboratorium, ia dinyatakan mengalami gangguan hormon tiroid yang mengharuskannya menjalani terapi serta kontrol secara berkala. Kabar tersebut sempat menimbulkan kecemasan, mengingat pengobatan yang harus dijalani tidak singkat. “Sebagai pekerja, saya benar-benar merasakan perlindungan dari program ini. Iuran dibayarkan bersama oleh perusahaan dan pekerja, sehingga ketika saya harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan, saya tidak lagi terbebani oleh biaya yang cukup besar,” tuturnya.

Dalam menjalani pengobatan rutin, Merry juga memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN yang direkomendasikan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar. Melalui aplikasi tersebut, ia dapat memantau status kepesertaan, mengambil antrean secara daring, serta memperoleh informasi jadwal pelayanan.

“Sejak disarankan oleh petugas di faskes, saya rutin menggunakan Mobile JKN. Aplikasi ini sangat membantu karena saya bisa mengambil antrean dari rumah dan memastikan kepesertaan tetap aktif. Dengan demikian, saat berobat prosesnya menjadi lebih cepat dan tertib,” ungkapnya.

Menurut Merry, alur pelayanan yang dijalaninya telah sesuai prosedur dan tidak menyulitkan.

Ia pun mengajak para pekerja untuk lebih peduli terhadap status kepesertaan JKN sebagai bentuk perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga.

“Jangan menunggu sampai sakit menjadi parah. Pastikan kepesertaan tetap aktif, sehingga ketika membutuhkan layanan kesehatan kita sudah terlindungi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....