Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Chia Seed dan Selasih
- 24 Feb 2026 13:32 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Sekilas, chia seed dan biji selasih memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama kecil, berwarna gelap, dan akan mengembang ketika direndam air. Tak heran banyak orang mengira keduanya adalah bahan yang sama. Padahal, chia seed dan selasih berasal dari tanaman yang berbeda dan punya karakteristik unik masing-masing.
Dilansir dari Healthline, Chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica, yang banyak tumbuh di Amerika Tengah dan Selatan. Sementara itu, biji selasih berasal dari tanaman Ocimum basilicum, yang lebih dikenal sebagai daun kemangi atau basil. Jadi dari sisi asal tanaman saja, keduanya sudah berbeda jauh.
Kalau direndam air, perbedaannya makin terlihat jelas. Biji selasih biasanya langsung mengembang dalam beberapa menit dan membentuk lapisan bening yang cukup tebal di sekelilingnya. Sedangkan chia seed butuh waktu lebih lama untuk mengembang, dan teksturnya cenderung lebih kenyal serta menyatu seperti gel ketika direndam lebih lama.
Dari segi rasa, keduanya relatif hambar. Namun teksturnya berbeda saat dikonsumsi. Selasih terasa lebih “meletup” ringan di mulut, sedangkan chia seed cenderung lebih lembut dan sedikit lengket. Karena itu, selasih sering dipakai dalam minuman segar seperti es buah atau es campur, sementara chia seed populer untuk campuran smoothie, pudding, dan oatmeal.
Dalam hal kandungan nutrisi, chia seed sering dipuji karena tinggi serat, omega-3, protein, dan antioksidan. Selasih juga mengandung serat dan beberapa mineral, tetapi komposisinya tidak sama dengan chia seed. Itulah sebabnya chia seed sering disebut sebagai superfood dalam tren gaya hidup sehat modern.
Dari sisi harga dan ketersediaan, selasih biasanya lebih mudah ditemukan di pasar tradisional dan harganya relatif terjangkau. Chia seed umumnya dijual di supermarket atau toko bahan makanan sehat dengan harga yang lebih tinggi karena sebagian besar masih impor.
Jadi, meski terlihat mirip, chia seed dan selasih jelas berbeda dari asal tanaman, cara mengembang, tekstur, hingga kandungan gizinya. Keduanya sama-sama bisa menjadi tambahan sehat dalam menu harian, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan selera. Jangan sampai tertukar lagi, ya!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....