Kulit Ayam, Teman atau Musuh Kesehatan?
- 04 Feb 2026 11:04 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari: Kulit ayam sering menjadi bagian favorit karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Namun, di balik kelezatannya, konsumsi kulit ayam perlu diperhatikan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Kulit ayam memiliki manfaat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, tetapi juga menyimpan risiko bila dikonsumsi secara berlebihan.
Secara manfaat, dilansir dari literatur gizi, kulit ayam mengandung lemak yang dapat menjadi sumber energi serta membantu penyerapan vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Selain itu, lemak dalam jumlah kecil juga berperan dalam memberi rasa kenyang dan meningkatkan cita rasa makanan, sehingga konsumsi menjadi lebih terkendali.
Namun, bahaya dapat muncul jika kulit ayam dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan. Kulit ayam mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. Jika asupannya tidak terkontrol, hal ini berpotensi meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, serta penyakit jantung. Risiko tersebut semakin besar bila kulit ayam diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak berlebih.
Agar tetap aman dikonsumsi, cara pengolahan menjadi faktor penting. Kulit ayam sebaiknya diolah dengan metode yang lebih sehat seperti direbus, dipanggang, atau dipanggang tanpa tambahan minyak berlebih. Menghindari penggorengan berulang dan mengombinasikannya dengan sayuran juga dapat membantu menyeimbangkan asupan nutrisi.
Kulit ayam bukanlah makanan yang harus dihindari sepenuhnya, tetapi perlu dikonsumsi dengan bijak. Dengan porsi yang wajar dan cara pengolahan yang tepat, kulit ayam masih bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....