Kenali Turophobia, Fobia Spesifik Takut Makan Keju
- 24 Jan 2026 18:57 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari: Makanan yang satu ini memiliki rasa yang sangat lezat, makanan kuno yang telah ada sejak zaman prasejarah dilansir dari wikipedia Mitologi Yunani Kuno menyebutkan Aristaeus sebagai penemu keju, makanan yang berasal dari susu ini memiliki Sejarah dimana keju dimulai dari masyarakat prasejarah yang mulai meninggalkan gaya hidup nomaden dan beralih menjadi beternak kambing, domba maupun sapi.
Dengan beternak, masyarakat mulai mengenal susu dan kegunaannya, Persediaan susu pun jadi meningkat sehingga orang-orang mulai menyimpannya dalam bejana tanah liat ataupun kayu Karena kebersihan yang kurang, terkena sinar matahari secara langsung atau terkena panas dari api maka susu dalam bejana tersebut menjadi asam dan kental, Setelah dicoba ternyata susu tersebut masih dapat dimakan Itulah pertama kalinya manusia menemukan keju krim asam (sour cream cheese).
Walaupun makanan ini enak ternyata tidak semua orang menyukai nya bahkan ada yang takut akan makanan ini, fobia takut akan makan keju ini disebut Turophobia ,Dilansir dari klarity health Turophobia termasuk dalam kategori specific phobia, yaitu fobia yang terfokus pada objek atau situasi tertentu. Seorang yang mengalami turophobia mungkin akan merasa cemas hebat, tidak nyaman, atau bahkan panik ketika menghadapi keju, baik melihat, mencium, menyentuh, atau dalam beberapa kasus hanya mendengar kata “keju.
Adapun penyebab nya seperti dilansir dari enviroliteracy.org adalah :
- Pengalaman Traumatis, Beberapa orang mengembangkan ketakutan setelah mengalami kejadian tidak menyenangkan yang berkaitan dengan keju, seperti tersedak, sakit setelah makan keju, atau pengalaman negatif lainnya.
- Belajar dari Lingkungan, Anak yang tumbuh di lingkungan di mana orang tua atau orang dekat menunjukkan rasa jijik atau takut terhadap keju bisa meniru reaksi tersebut dan kemudian mengembangkannya menjadi ketakutan yang kuat.
- Sensitivitas Sensorik, Bau, tekstur, atau penampilan keju yang kuat dapat memicu respons kecemasan pada sebagian individu yang memiliki kepekaan sensorik berlebihan
- Faktor Biologis dan Genetik, Walaupun tidak spesifik untuk turophobia, beberapa orang mungkin secara biologis lebih rentan terhadap gangguan kecemasan dan phobia, membuat mereka lebih mungkin mengembangkan turophobia.
Dilansir dari drlogy cara untuk mengobati fobia tersebut adalah dengan :
- Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Terapi ini membantu individu memahami dan mengubah pola pikir negatif yang berkontribusi pada ketakutan mereka.
- Exposure Therapy (Terapi Paparan), Dalam pendekatan ini, individu secara bertahap ditempatkan dalam situasi yang berkaitan dengan keju dalam lingkungan yang aman untuk membantu mengurangi respons takut.
- Relaksasi dan Teknik Mengatasi Kecemasan, Termasuk latihan pernapasan, meditasi, atau teknik lainnya untuk mengelola kecemasan yang muncul.
- Obat, alam beberapa kasus, obat antikecemasan atau antidepresan dapat membantu mengurangi gejala kecemasan yang parah, tetapi biasanya digunakan bersama dengan terapi lain.
Turophobia adalah contoh phobia spesifik yang mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, tetapi bagi yang mengalaminya, ketakutannya sangat nyata dan bisa berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Memahami penyebab, gejala, dan cara penanganannya adalah langkah penting untuk membantu seseorang mengatasi ketakutan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....