Mengenal Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)?

  • 30 Sep 2024 10:53 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari: Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau Gangguan kurang perhatian/hiperaktivitas (ADHD) adalah kondisi perkembangan saraf kompleks yang ditandai dengan adanya pola kurangnya perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas yang terus-menerus.

Dilansir dari mayo clinic ADHD pada anak akan menunjukkan gejala pada umur 3 tahun dan dapat berupa ringan, sedang, atau parah, dan bisa berlanjut hingga dewasa, dan lebih sering terjadi pada laki-laik daripada perempuan.

Adapun faktor penyebab ADHD yang dilansir dari boldsky adalah

  1. Faktor genetik di mana Penelitian menunjukkan bahwa jika orang tua atau saudara kandung memiliki ADHD risiko mengembangkan kondisi tersebut lebih tinggi.
  2. Faktor Lingkungan , tanpa disadari paparan rokok, alkohol atau obat-obatan di saat kehamilan, lahir prematur dan berat badan rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko seseorang terkena syndrom ini.
  3. Faktor Neurobiologis sebuah studi menyatakan bahwa perbedaan
  4. kelainan pada area otak yang terlibat dalam perhatian, pengendalian impuls, dan fungsi eksekutif, Perbedaan neurologis ini berkontribusi terhadap gejala ADHD.

Untuk bisa sembuh dari ADHD adalah dengan berkonsultasi dengan Seorang psikiater, psikolog, atau spesialis ADHD dapat memberikan evaluasi yang komprehensif dan merekomendasikan intervensi yang tepat, minum obat yang diberikan, terapi perilaku, penyesuaian gaya hidup, lingkungan yang mendukung, berlatih teknik perhatian dan relaksasi.







Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....