Gas Helium: Manfaat dan Risiko yang Harus Diketahui

  • 26 Jul 2024 21:26 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari: Gas helium sering dipakai dalam berbagai kegiatan, dari dekorasi balon hingga menciptakan efek suara lucu. Meskipun helium dianggap relatif aman, penting untuk memahami potensi bahaya yang bisa timbul dari penggunaannya jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Helium adalah gas yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa, karena kepadatannya yang rendah, helium ideal untuk mengisi balon sehingga dapat melayang di udara. Penggunaannya yang luas dalam balon dan hiasan sering kali dianggap tidak berbahaya, namun ada aspek kesehatan yang perlu diperhatikan.

Manfaat Gas Helium dalam Dunia Medis

Dalam dunia medis, helium berperan penting ketika dicampur dengan oksigen, dikenal sebagai helioks. Campuran ini digunakan untuk membantu pasien dengan gangguan pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Helioks dapat meredakan ketegangan pada saluran pernapasan, sehingga mempermudah pasien dalam bernafas, selain itu, helium juga digunakan dalam operasi laparoskopi untuk mengisi rongga perut. Studi menunjukkan bahwa helium dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan dengan karbon dioksida, yang biasanya digunakan dalam prosedur tersebut.

Bahaya Menghirup Gas Helium

Meski helium umumnya aman jika digunakan dalam jumlah kecil, menghirup gas ini secara berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan. Gejala seperti pusing, mual, muntah, dan pingsan bisa terjadi, jika menghirup helium dalam jumlah besar atau dalam jangka waktu lama, dapat menghambat pasokan oksigen dan menyebabkan gangguan serius pada fungsi paru-paru.

Gejala keracunan helium meliputi sakit kepala, penglihatan buram, sesak napas, kejang, dan kehilangan kesadaran. Penting untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala-gejala ini setelah menghirup helium.

Gas helium memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari dan medis, namun, untuk meminimalkan risiko kesehatan, penting untuk menggunakan helium dengan bijaksana dan dalam jumlah yang sesuai. Selalu perhatikan pedoman keselamatan dan segera cari bantuan medis jika mengalami efek samping setelah terpapar helium.(Sumber: Alodokter).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....