Kolaborasi Lintas Iman dan Komunitas Jaga Mangrove, Wujudkan Ecotheology

  • 29 Sep 2026 17:11 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pesisir bukan hanya ruang hidup, tetapi juga rumah bagi berbagai biota yang perlu dijaga keberlangsungannya. Kepedulian itu menyatukan organisasi keagamaan, komunitas, mahasiswa, dan kelompok lintas iman di Papua Barat dalam pembibitan kepiting bakau.

Kegiatan dikampung Wamesa tersebut melibatkan Vihara Buddha Praba Manokwari, KBI Papua Barat, WBI Papua Barat, MBI Papua Barat, Sekber PMVBI Papua Barat, Pemuda Lintas Agama FKUB Papua Barat, serta Komunitas Pecinta Alam dan Kemanusiaan Papua Barat.

HMJ Perikanan dan Kelautan Universitas Papua, IIHTP Papua, PMKRI, dan PAM Gereja Solafide juga mengikuti kegiatan tersebut. Koordinator Kolaborasi, Toto Rizqi Darwinto, yang juga Ketua Komunitas Pecinta Alam dan Kemanusiaan Papua Barat, menjadi penggerak kolaborasi berbagai kelompok dalam kegiatan tersebut.

Toto mengatakan, Pelepasan dua ratus lima puluh kilogram kepiting bakau dilakukan dikampung Wamesa, Manokwari sebagai bagian dari upaya menjaga keberadaan biota pesisir. Kegiatan ini sekaligus memperkuat perhatian terhadap ekosistem mangrove sebagai habitat berbagai organisme.

Kolaborasi lintas iman dan komunitas menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Berbagai kelompok bertemu dalam satu aksi lingkungan dengan tujuan yang sama, yaitu menjaga keberlanjutan pesisir.

Peserta diharapkan dapat melanjutkan kegiatan melalui perawatan bibit dan aksi pelestarian lingkungan lainnya. Langkah tersebut diperlukan agar pembibitan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Melalui pelepasan kepiting bakau, tumbuh gerakan bersama untuk menjaga pesisir Papua Barat. Kolaborasi lintas iman dan komunitas diharapkan terus berlanjut melalui aksi lingkungan yang nyata untuk wujudkan ecotheology.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....